Polisi Temukan Senjata Rakitan dan Munisi Aktif pada saat Olah TKP Lakalantas di Bolo

Polisi Temukan Senjata Rakitan dan Munisi Aktif pada saat Olah TKP Lakalantas di Bolo

Bima, Barometer99.com- Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Lintas Bima-Dompu, Desa Sanolo, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengungkap temuan lain yang kini turut didalami kepolisian.

Saat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Bima Kabupaten menemukan sejumlah benda yang diduga berkaitan dengan senjata dan amunisi.

Temuan tersebut diperoleh ketika petugas melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan pickup EA 8405 YG yang terlibat kecelakaan pada Senin, 10 Agustus 2026, sekitar pukul 05.00 Wita.

Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar, melalui Kasatlantas Polres Bima Iptu Putu Agus Mas Purnomo, mengatakan polisi mengamankan kendaraan pickup tersebut untuk kepentingan penyelidikan.

Dari pemeriksaan kendaraan, petugas menemukan dua bilah parang, satu batang besi bulat yang menyerupai laras senjata rakitan, satu senjata api genggam rakitan, serta satu butir munisi aktif kaliber 5,56 milimeter.

“Selain mengamankan kendaraan, petugas juga menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan senjata dan amunisi. Seluruh temuan tersebut telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan,” kata Iptu Putu Agus.

Menurut Agus, kecelakaan tersebut melibatkan kendaraan pickup yang dikemudikan ML (35), warga Desa Tolouwi, Kecamatan Monta, dengan seorang pejalan kaki berinisial NT (35), warga Desa Sanolo.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, kendaraan melaju dari arah Dompu menuju Bima. Saat tiba di lokasi kejadian, kendaraan diduga melaju dengan kecepatan sekitar 80 kilometer per jam. Dalam kondisi tersebut, pickup menabrak NT yang saat itu berada di bahu jalan sebelah timur.

“Benturan cukup keras membuat korban terpental hingga sekitar delapan meter dari titik tabrakan dan kemudian tergeletak di badan jalan,” paparnya.

Baca Juga :  Lanjutan Pembangunan Huntap Kuala Cangkoy Terus Dikebut, Babinsa Posramil Lapang Turun Pantau

Ia melanjutkan, korban selanjutnya dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis. NT sempat dibawa ke RS Sondosia sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Bima karena mengalami luka yang cukup serius.

Kecelakaan itu tidak hanya menyebabkan pejalan kaki mengalami luka. Sejumlah penumpang yang berada di dalam kendaraan pickup juga mengalami cedera.

Kasatlantas menyebut dua penumpang yang diketahui identitasnya, yakni AD (42) dan SD (31), keduanya warga Desa Tolouwi, mengalami luka serius dan mendapat perawatan di RS Sondosia. Sementara satu penumpang lainnya hingga saat ini belum diketahui identitasnya.

“Dua penumpang yang mengalami luka serius, yakni AD dan SD, saat ini mendapat perawatan di RS Sondosia. Satu penumpang lainnya belum diketahui identitasnya,” ujar Iptu Putu Agus.

Dari pemeriksaan terhadap kendaraan, polisi juga mengetahui bahwa pickup tersebut membawa dua ekor sapi. Satu ekor ditemukan dalam kondisi mati, sedangkan seekor lainnya masih hidup.

Usai kecelakaan terjadi, pengemudi pickup berinisial ML disebut langsung meninggalkan lokasi kejadian. Polisi kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara utuh kronologi kecelakaan sekaligus menelusuri keberadaan pengemudi.

Dari hasil olah TKP sementara, kecelakaan diduga terjadi karena kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi ketika melintas di kawasan yang merupakan area padat penduduk.

“Kasus kecelakaan tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Bima,” tutup Iptu Putu Agus.

Selain menangani perkara kecelakaan lalu lintas, kepolisian juga mendalami temuan senjata rakitan dan munisi aktif yang ditemukan dalam kendaraan. Temuan tersebut menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui asal-usul serta kepemilikan barang-barang tersebut.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *