Di Balik Benih Padi, Ada Semangat Babinsa dan Petani Menjaga Ketahanan Pangan
Tulungagung, Barometer99.com – Pagi ini, hamparan sawah di Kelurahan Kedungsoko, Kecamatan Tulungagung, tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara para petani yang sibuk mencabut benih padi, tampak seorang prajurit TNI ikut berjongkok di pematang sawah, tangannya bergerak lincah membantu pekerjaan yang membutuhkan ketelatenan. Dialah Pelda Nurhariyadi, Babinsa Kelurahan Kedungsoko dari Koramil 0807/01 Tulungagung.
Tanpa canggung, ia membaur dengan para petani anggota Kelompok Tani (Poktan) Margi Mulyo Makmur, Sabtu (8/8/2026). Lumpur sawah yang melekat di kaki dan tangan tidak menjadi penghalang. Justru dari aktivitas sederhana itulah tergambar semangat kebersamaan dalam menjaga pangan sebagai salah satu kebutuhan paling mendasar.
Pencabutan benih padi merupakan tahap penting sebelum proses tanam dilakukan. Benih yang dipersiapkan dengan baik akan menentukan kualitas pertumbuhan tanaman di kemudian hari. Karena itu, pekerjaan tersebut membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Kehadiran Babinsa bukan sekadar membantu mempercepat pekerjaan, tetapi juga menjadi penyemangat bagi para petani yang setiap hari bergelut dengan sawah.
Bagi Pelda Nurhariyadi, mendampingi petani adalah bagian dari pengabdian. Tugas Babinsa tidak hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga hadir di tengah masyarakat, termasuk saat mereka bekerja di lahan pertanian.
“Kami sebagai Babinsa akan terus hadir mendampingi para petani, mulai dari pengolahan lahan, pembibitan, penanaman hingga perawatan tanaman. Kehadiran kami diharapkan dapat memberikan semangat dan membantu meningkatkan hasil pertanian,” ujarnya.
Di tengah tantangan sektor pertanian, kolaborasi menjadi kunci. Ketahanan pangan tidak dibangun hanya oleh petani, tetapi juga melalui sinergi antara TNI, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, kelompok tani, dan masyarakat. Pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kemandirian pangan.
“Harapannya, pendampingan ini mampu memotivasi petani untuk terus meningkatkan produktivitas. Dengan pertanian yang maju dan berkelanjutan, kita bersama-sama dapat berkontribusi dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” terangnya.
Di sawah Kedungsoko, benih-benih padi yang dicabut pagi itu kelak akan ditanam dan tumbuh menjadi bulir-bulir yang menghidupi banyak orang. Begitu pula semangat gotong royong yang terlihat di antara Babinsa dan para petani. Sebuah harapan sederhana bahwa ketahanan pangan nasional selalu berawal dari kerja bersama di tingkat desa dan kelurahan.
Di balik setiap benih yang ditanam, tersimpan tekad untuk menjaga sawah tetap produktif, petani tetap berdaya, dan Indonesia semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya.












