Air Mata Guru Ngaji Pecah: Rumah Reotnya Dibedah Total Lewat Program Kapolri

Barometer99.com, Kota Palembang – 5 tahun menanti, 5 kali mengajukan, hasilnya nihil. Itulah yang dialami Ustadz Ahmad Zaini, 75 tahun. Sejak 2020, ia bolak-balik meminta bedah rumah ke Pemkot Palembang.

Kini, doanya seperti “jatuh bulan” karena akhirnya ada yang mendengar.

Air mata haru Ahmad Zaini pecah hari ini. Rumah reot tempatnya tinggal resmi mulai dibedah, 1 Juli 2026. Pas banget di Hari Bhayangkara ke-80.

Semua berkat Program Bedah Rumah dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yang digandeng bareng Masyarakat Pecinta Polisi Indonesia.

Tema tahun ini “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat” bukan cuma slogan. Buktinya nyata: ada atap baru untuk warga yang selama ini cuma bisa berdoa.

“Saya terharu,” ujar Ahmad Zaini, guru ngaji asal Plaju, Palembang.

Ia tak menyangka rumahnya bisa segera dibedah Kapolri. Prosesnya cepat, tanpa ribet.

Hari ini, pembongkaran rumah sudah dimulai untuk diganti dengan rumah layak huni.

“Gak nyangka banget, cepet banget. Minggu lalu disurvei, eh minggu depannya udah dibedah. Alhamdulillah… terima kasih banyak Pak Kapolri,” kata Pak Zen, panggilan Ustadz Ahmad Zaini.

Zaini juga menceritakan kondisi istrinya yang mengidap penyakit ginjal.

Sang istri harus cuci darah 2 kali seminggu, atau 8 kali dalam sebulan. Hal itu sudah ia jalani selama 6 tahun.

“Mungkin ini berkat doa istri saya yang sedang sakit, dan kesabaran kami. Yang terpenting adalah kemuliaan dan kebaikan hati Pak Kapolri yang memahami kondisi keluarga kami,” tambahnya.

Hal serupa disampaikan warga Kelurahan Plaju Ulu, Rahmadi Baginda Siregar.

Ia menjadi saksi bahwa Kelurahan sudah 5 kali meminta data dan mengajukan bedah rumah untuk Pak Zen.

“Selama 5 tahun, pengajuan terus dilakukan melalui Ketua RT 45 RW 16 Ibu Iin Triyanti dan Ketua RT sebelumnya. Tapi hasilnya nihil. Alhamdulillah, kami bersyukur ada Program Bedah Rumah dari Kapolri,” tutur Rahmadi.

Baca Juga :  Bersama relawan, Babinsa Godean Atasi Pohon Tumbang

Semoga dengan rumah baru ini, Pak Zen bisa fokus mengajar ngaji tanpa takut rumahnya roboh lagi.

Ini bukti komitmen Polri untuk hadir di tengah masyarakat. Lewat Masyarakat Pecinta Polisi Indonesia, banyak warga yang mimpinya sudah terwujud lewat Program Kapolri.

Bedah rumah ini jadi kado spesial di Hari Bhayangkara ke-80: “Mengabdi Tanpa Henti untuk Rakyat”. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *