Kapolri Siapkan Ekspansi Poliran Nasional, Bhabinkamtibmas Bakal Bantu Warga Menganggur Dapat Pekerjaan
JAKARTA, Barometer99.com — Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto menyiapkan langkah memperluas program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) ke seluruh Indonesia. Program ini dirancang untuk membantu masyarakat yang belum memiliki pekerjaan agar mendapatkan pelatihan keterampilan hingga akses ke dunia kerja.
Rencana tersebut disampaikan Suyudi setelah bertemu Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Melalui program Poliran, Polri akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait untuk mengidentifikasi warga yang belum bekerja. Bhabinkamtibmas bersama pendamping desa diharapkan berperan aktif mendata calon peserta, mengarahkan mereka mengikuti pelatihan keterampilan, hingga membantu menghubungkan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
Langkah ini menempatkan kepolisian tidak hanya sebagai institusi yang bertugas menjaga keamanan dan menegakkan hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam mendorong peningkatan kesejahteraan sosial.
Berawal dari Banten, Kini Disiapkan untuk Nasional
Poliran bukan program yang baru digagas Suyudi. Inisiatif tersebut telah dijalankan sejak dirinya menjabat Kapolda Banten pada 2025, dengan menyasar masyarakat yang menganggur, korban pemutusan hubungan kerja (PHK), serta warga yang membutuhkan peningkatan keterampilan untuk memasuki dunia kerja.
Pengalaman pelaksanaan program di Banten menjadi salah satu landasan untuk memperluas jangkauannya. Dengan cakupan yang lebih luas, Poliran diharapkan dapat membuka peluang kerja bagi masyarakat sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi di tingkat desa.
Keterlibatan Bhabinkamtibmas menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program tersebut. Kedekatan personel kepolisian dengan masyarakat diharapkan membantu mengidentifikasi kebutuhan warga secara lebih tepat, termasuk mereka yang kesulitan mengakses informasi pelatihan dan lowongan pekerjaan.
Cegah Kriminalitas Melalui Pemberdayaan Masyarakat
Suyudi memandang persoalan pengangguran bukan semata-mata masalah ekonomi, melainkan juga tantangan sosial yang perlu mendapat perhatian bersama.
Keterbatasan kesempatan kerja dan tekanan ekonomi dapat meningkatkan kerentanan sebagian masyarakat terhadap berbagai persoalan sosial. Karena itu, upaya membuka akses pelatihan dan pekerjaan dinilai dapat menjadi salah satu langkah preventif untuk mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.
Melalui Poliran, Polri ingin mendorong masyarakat agar lebih produktif dan memiliki kesempatan meningkatkan taraf hidup. Pendekatan ini sekaligus memperkuat upaya pencegahan gangguan keamanan melalui pemberdayaan masyarakat.
Rencana ekspansi Poliran secara nasional juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara kepolisian, pemerintah desa, lembaga pelatihan, dan sektor usaha.
Jika dijalankan secara terkoordinasi, program tersebut berpotensi membantu mempertemukan kebutuhan pencari kerja dengan kebutuhan tenaga kerja di dunia industri.
Perluasan Poliran menjadi bagian dari pendekatan kepolisian yang tidak hanya berorientasi pada penanganan tindak kriminal, tetapi juga mendorong langkah pencegahan melalui penyelesaian persoalan sosial di tengah masyarakat.
Dengan demikian, kehadiran Polri diharapkan semakin dirasakan masyarakat, termasuk dalam membantu membuka akses terhadap keterampilan, kesempatan kerja, dan kehidupan yang lebih sejahtera.












