Deng Ical Menjadi Salah Satu Pemateri Sebagai Langkah Memperluas Kerja Sama Regional
Bangkok. Barometer99.com – Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal MI atau yang akrab disapa Deng Ical, menjadi salah satu pembicara dalam Asian Alliance for Parliamentary Openness (AAPO) Regional Summit 2026 yang berlangsung di Gedung Parlemen Thailand, Sappaya-Sapasathan, Bangkok, pada 25–27 Oktober 2026.
Deng Ical diundang untuk memaparkan pengalaman dan komitmen Indonesia dalam mendorong keterbukaan informasi parlemen serta memperkuat keterlibatan masyarakat dalam proses penyusunan regulasi.
Dalam forum tersebut, ia dijadwalkan membawakan makalah berjudul “The Indonesian House of Parliament and the Open Parliament Indonesia Agenda: Achievements, Challenges and Collaborative Priorities for a More Open Parliament.”
Makalah tersebut mengulas perkembangan agenda parlemen terbuka di Indonesia, termasuk capaian yang telah diraih, tantangan yang dihadapi, serta prioritas kolaborasi untuk mewujudkan lembaga legislatif yang lebih transparan, akuntabel, dan partisipatif.
AAPO Regional Summit 2026 menjadi ruang pertukaran pengalaman sekaligus evaluasi perkembangan penyusunan kebijakan di berbagai negara, terutama dalam hal keterbukaan proses pengambilan keputusan dan akomodasi aspirasi masyarakat.
Melalui agenda parlemen terbuka (open parliament), AAPO mendorong penguatan komitmen negara-negara di Asia terhadap demokratisasi, transparansi, dan keterbukaan pemerintahan. Pelibatan masyarakat dalam proses legislasi menjadi aspek penting untuk memastikan kebijakan yang dihasilkan lebih responsif terhadap kebutuhan publik.
Legislator dari fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), keikutsertaannya dalam forum regional tersebut merupakan kesempatan untuk memperkenalkan perkembangan demokrasi Indonesia sekaligus memaparkan komitmen DPR RI dan pemerintah dalam membangun proses penyusunan regulasi yang aspiratif serta mengedepankan partisipasi masyarakat secara bermakna (meaningful participation).
Partisipasi bermakna tidak sekadar menyediakan akses informasi kepada masyarakat. Lebih dari itu, masyarakat perlu memperoleh ruang untuk menyampaikan pandangan, memberikan masukan, dan terlibat dalam proses perumusan kebijakan yang berdampak pada kehidupan mereka.
Selain berbagi pengalaman mengenai keterbukaan parlemen, Deng Ical juga akan memanfaatkan forum tersebut untuk memperluas diplomasi Indonesia melalui dialog dan pertukaran gagasan dengan para pemangku kepentingan dari berbagai negara.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan praktik demokrasi dan tata kelola pemerintahan Indonesia di tingkat regional, sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam penguatan transparansi dan partisipasi publik.
Hadirkan Pembicara dari Berbagai Negara
AAPO Regional Summit 2026 menghadirkan pembicara dari kalangan parlemen, organisasi masyarakat sipil, dan lembaga kajian kebijakan dari sejumlah negara.
Pada sesi pertama bertajuk “Panel Discussion – AAPO Network & APOI”, forum menghadirkan Prof. Akihiro Ogawa dari University of Melbourne, James Kan dari Citizen Congress Watch, Taiwan, serta Tasha Goonewardene dari Verité Research, Sri Lanka.
Sementara itu, pada sesi kedua bertajuk “Sharing the Experiences”, Deng Ical tampil sebagai pembicara dari Indonesia. Ia berbagi sesi dengan Wong Chen, mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Malaysia; Zoljargal Jargalsaikhan, anggota State Great Hural atau Parlemen Mongolia; Sha Elijiah Dumama-Alba, anggota Parlemen Bangsamoro, Filipina; serta Prageeth Maduranga dari Sri Lanka, yang terlibat dalam inisiatif parlemen terbuka.
Forum ini juga melibatkan sejumlah tokoh dan pejabat Thailand yang berperan dalam pengembangan demokrasi dan partisipasi masyarakat. Mereka antara lain Noraseth Prachayakorn, Ketua Komite Pembangunan Politik, Partisipasi Masyarakat, Hak Asasi Manusia, Hak Kebebasan, dan Perlindungan Konsumen pada Senat Thailand.
Selain itu, hadir Chonlanat Koaykul, juru bicara komite yang membidangi pembangunan politik, komunikasi massa, dan partisipasi warga pada Dewan Perwakilan Rakyat Thailand, serta Associate Professor Dr. Gamolporn Sornsri, Asisten Sekretaris Jenderal King Prajadhipok’s Institute, Thailand.
Dalam agenda tersebut, Deng Ical juga didampingi Muhammad Hanafi, Ketua Indonesia Parliamentary Centre (IPC), yang menjadi mitra AAPO di Indonesia.
Dorong Transparansi Parlemen di Asia
AAPO turut mendorong pengembangan Asia Parliamentary Transparency Index (APOI), sebuah inisiatif yang berkaitan dengan pengukuran dan penguatan transparansi parlemen di kawasan Asia.
Melalui pengembangan jejaring dan pertukaran pengalaman antarnegara, agenda parlemen terbuka diharapkan dapat memperkuat akses masyarakat terhadap informasi, meningkatkan akuntabilitas lembaga legislatif, serta memperluas ruang partisipasi publik dalam proses pengambilan keputusan.
Kehadiran Indonesia dalam forum tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan pengalaman nasional dalam pengembangan parlemen terbuka sekaligus mempelajari praktik yang diterapkan negara lain.
Partisipasi Deng Ical di AAPO Regional Summit 2026 diharapkan dapat memperluas kerja sama regional dan memperkuat dialog mengenai demokrasi yang transparan, inklusif, serta responsif terhadap aspirasi masyarakat. (Efendi)












