Prabowo Bangga! Ekonomi Indonesia Masuk 7 Besar Dunia, Lampaui Inggris dan Prancis
JAKARTA, Barometer99.com — Presiden Prabowo Subianto menyoroti pencapaian ekonomi Indonesia yang masuk dalam jajaran tujuh besar ekonomi dunia berdasarkan Purchasing Power Parity (PPP) atau paritas daya beli. Capaian ini menjadi salah satu indikator besarnya potensi ekonomi Indonesia di tengah persaingan global.
Dalam pernyataannya, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia kini berada di peringkat ketujuh ekonomi terbesar dunia berdasarkan ukuran tersebut.
“Urutan ke-7, we are the 7th biggest economy in the world. We are strong,” ujar Prabowo.
Posisi tersebut menempatkan Indonesia dalam kelompok negara dengan kekuatan ekonomi terbesar berdasarkan kemampuan daya beli. Indonesia juga disebut sebagai satu-satunya negara di Asia Tenggara yang masuk dalam jajaran 10 besar dunia berdasarkan indikator PPP.
Pencapaian ini menjadi gambaran besarnya pasar domestik, jumlah penduduk, serta aktivitas ekonomi nasional yang menjadi modal penting bagi pembangunan jangka panjang. Dalam pengukuran PPP, nilai ekonomi suatu negara dihitung dengan mempertimbangkan perbedaan tingkat harga barang dan jasa sehingga memberikan perspektif berbeda dibandingkan perhitungan berdasarkan nilai tukar pasar.
Meski demikian, besarnya ekonomi nasional harus diikuti dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tantangan seperti pemerataan pembangunan, penciptaan lapangan kerja, peningkatan daya beli, dan pengurangan kesenjangan tetap menjadi pekerjaan penting yang harus diselesaikan.
Pemerintah diharapkan mampu mengoptimalkan potensi tersebut melalui penguatan industri dalam negeri, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hilirisasi sumber daya alam, serta pengembangan sektor produktif yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian.
Masuknya Indonesia dalam jajaran ekonomi terbesar dunia berdasarkan PPP menjadi modal strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di tingkat internasional. Namun, keberhasilan pembangunan pada akhirnya tidak hanya diukur dari peringkat ekonomi, melainkan juga dari seberapa besar manfaat pertumbuhan tersebut dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.












