Indonesia Kejar Energi Mandiri, Tapi Batu Bara Tak Akan Ditinggalkan Begitu Saja!
Barometer99.com – Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Bapak Hashim Djojohadikusumo, menegaskan bahwa upaya Indonesia mencapai kemandirian energi tidak berarti harus menghentikan industri batu bara.
Bapak Hashim menyebut Indonesia tidak ingin melakukan “bunuh diri ekonomi” dengan menutup industri batu bara. Menurutnya, batu bara masih memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat, mulai dari rumah tangga hingga rumah sakit dan klinik di wilayah pedesaan.
Pernyataan tersebut disampaikan Bapak Hashim dalam Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026, Selasa (6/10/2026).
Di sisi lain, pemerintah juga mendorong pengembangan energi yang lebih bersih. Indonesia menargetkan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) mencapai 100 gigawatt (GW), mengembangkan energi panas bumi dan tenaga air, serta merencanakan pembangkit listrik tenaga nuklir dengan target kapasitas 7 GW. Program biofuel juga akan terus didorong untuk memperkuat pasokan energi dalam negeri.
Namun, transisi energi Indonesia masih menghadapi tantangan. Laporan Global Energy Monitor (GEM) mencatat rencana penambahan kapasitas tambang batu bara baru sebesar 17 juta ton per tahun, meskipun sejumlah tambang diperkirakan mengakhiri masa izin operasinya hingga 2035.












