UAS Meriahkan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Palembang, Ajak Jemaah Tolak LGBT

​Palembang, Barometer99.com – Pemerintah Kota Palembang menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di pelataran Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Jalan Tasik, Minggu (27/9/2026).

​Acara tersebut dihadiri oleh Al-Habib Umar Abdul Aziz, Ustadz Kms. Muhammad Ali, Ketua Forum Ulama Umaro Kota Palembang, serta tokoh ulama lainnya. Turut hadir perwakilan Gubernur Sumsel Herman Deru, Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Wakil Wali Kota Prima Salam, unsur Forkopimda, Kapolrestabes, Dandim 0418, Danlanal, Kajati, Kajari, BPBD, Baznas, anggota DPRD, hingga jajaran camat dan lurah se-Kota Palembang.

​Peringatan kelahiran Rasulullah SAW ini menghadirkan ulama karismatik Ustadz Abdul Somad (UAS) sebagai penceramah utama. Dengan gaya khasnya sambil memegang ponsel, UAS berseloroh mengenai data yang ia temukan di internet.

​”Saya tadi mencari informasi di internet tentang berapa banyak warga Palembang yang buta huruf Al-Qur’an. Ternyata jawabannya 65% warga Kota Palembang belum bisa baca tulis Al-Qur’an,” ujar UAS yang disambut gelak tawa hadirin saat ia menambahkan, “Kalau salah jangan salahkan saya, kan internet yang menjawab.”

​UAS menekankan bahwa hal ini menjadi tugas bersama antara ulama dan umaroh (pemerintah) untuk meningkatkan kualitas pendidikan Al-Qur’an bagi generasi penerus.

​Selanjutnya, UAS kembali membuka ponselnya dan membacakan hasil pencarian lain. “Berapa banyak LGBT di Kota Palembang, Internet menjawab ada 20 ribu. Ada 20 ribu LGBT yang harus kita lempar dari atas Jembatan Ampera,” candanya yang kembali mencairkan suasana.

​Meski diselingi humor, UAS dengan tegas menyuarakan penolakannya terhadap keberadaan LGBT. Ia menyoroti tayangan televisi nasional yang dinilainya seolah mengampanyekan perilaku tersebut secara tidak langsung.

​”Dari pukul 06.00 pagi sampai 06.00 sore, isinya para pelaku LGBT yang menjadi host acara atau lainnya. Seolah-olah ini adalah hal yang biasa di mata anak-anak,” tegasnya.

Baca Juga :  Yatim Piatu Difabel di Palembang Bertahan di Tengah Keterbatasan, Paman Berharap Uluran Tangan

​Atas dasar itu, UAS mendorong Wali Kota Ratu Dewa, Wakil Wali Kota Prima Salam, kepolisian, Satpol PP, serta DPRD untuk menerbitkan regulasi tegas. Ia mengusulkan pembentukan Peraturan Daerah (Perda) wajib mengaji serta aturan sanksi bagi pelaku LGBT di Kota Palembang Darussalam.

​Rangkaian acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H ini kemudian ditutup secara khidmat dengan doa bersama.

Penulis: QoryEditor: Berry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *