Perhutani Bersama Forkompimcam Kradenan Sosialisasikan Pencegahan Karhutla
RANDUBLATUNG, PERHUTANI (09/09/2026), Barometer99.com – Dalam rangka meningkatkan sinergitas dan kepedulian bersama terhadap keamanan serta kelestarian hutan, Perum Perhutani KPH Randublatung bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam) Kradenan melaksanakan kegiatan sosialisasi pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah administratif Kecamatan Kradenan yang masuk dalam wilayah kerja KPH Randublatung. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (08/09/2026),
Bertempat di kawasan Wisata Gua Sentono milik Pemerintah Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai sekitar pukul 12.30 WIB. Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri oleh Komandan Koramil 010 Kradenan Infanteri Sugiyanto, perwakilan Kapolsek Kradenan Joko Bambang, perwakilan Kecamatan Kradenan Gistri, serta perwakilan Perum Perhutani KPH Randublatung yaitu Asper KBKPH Beran Muslim.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi antarlembaga sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pencegahan kebakaran hutan dan lahan, terutama memasuki musim kemarau.
Administratur KPH Randublatung Rovi Tri Kuncoro yang diwakili Asper KBKPH Beran Muslim dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada jajaran Koramil 010 Kradenan yang selama ini telah menerima dan senantiasa mengajak Perhutani untuk bersilaturahmi serta berkoordinasi. Menurutnya, komunikasi dan sinergitas antarlembaga sangat diperlukan guna menciptakan suasana yang kondusif dalam pelaksanaan tugas, khususnya dalam upaya pencegahan dan antisipasi dini terhadap potensi Karhutla.
“Musim kemarau, kondisi vegetasi dan bahan-bahan yang mudah terbakar menjadi lebih kering sehingga api akan lebih mudah menjalar apabila terjadi kebakaran. Oleh karena itu, pencegahan harus dilakukan sejak dini dan menjadi tanggung jawab bersama,” ungkap Beran.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Forkompimcam Kradenan yang secara konsisten mengajak Perhutani untuk bersama-sama mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan kegiatan yang dapat memicu terjadinya kebakaran. Menurutnya, dampak Karhutla tidak hanya merugikan secara materiil, tetapi juga dapat mengganggu keseimbangan lingkungan dan kelestarian hutan.
“Semua itu dapat kita cegah bersama melalui pendekatan kepada masyarakat, komunikasi yang baik serta memberikan wawasan dan pemahaman mengenai bahaya Karhutla,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan Kapolsek Kradenan, Joko Bambang, mengajak seluruh pihak untuk terus bergandengan tangan dalam menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan. Ia menekankan pentingnya komunikasi dan silaturahmi yang dilakukan secara berkelanjutan kepada para tokoh masyarakat maupun warga sekitar hutan.
Menurutnya, pendekatan kepada masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun kesadaran bersama. Dengan hubungan yang harmonis antara petugas Perhutani, aparat keamanan dan masyarakat, berbagai potensi gangguan dapat diantisipasi lebih awal, termasuk ancaman kebakaran hutan dan lahan yang dapat menimbulkan kerugian besar, baik secara materiil maupun terhadap lingkungan.
Perwakilan Kecamatan Kradenan, Gistri, menyampaikan bahwa pemerintah kecamatan mendukung penuh kegiatan pencegahan Karhutla yang dilakukan secara bersama-sama. Menurutnya, tujuan seluruh pihak pada dasarnya sama, yaitu menjaga keamanan dan kelestarian hutan Perhutani yang berada di wilayah administratif Kecamatan Kradenan sekaligus menciptakan lingkungan yang aman bagi masyarakat.
“Kami mendukung program pencegahan dini agar tidak terjadi kebakaran, baik kebakaran hutan dan lahan maupun kebakaran di lingkungan permukiman masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan informasi mengenai program Pemerintah Kabupaten Blora terkait lomba kelestarian pohon. Program tersebut antara lain akan melihat beberapa kriteria, seperti manfaat pohon bagi masyarakat, umur pohon, serta keberlanjutan keberadaan dan pemeliharaan pohon. Hal tersebut diharapkan semakin mendorong masyarakat untuk memiliki kepedulian terhadap keberadaan pohon dan lingkungan di sekitarnya.
Komandan Rayon Militer 010 Kradenan, Infanteri Sugiyanto, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak dan narasumber yang telah memenuhi undangan kegiatan sosialisasi pencegahan Karhutla. Menurutnya, kegiatan semacam ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar kawasan hutan.
“Sosialisasi seperti ini sangat penting untuk menambah wawasan masyarakat agar memahami dan mengetahui dampak yang ditimbulkan apabila terjadi Karhutla. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan dapat ikut berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran,” jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Asper KBKPH Beran bersama Forkompimcam Kradenan dan seluruh jajaran yang hadir sepakat bahwa pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab satu instansi, melainkan merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Upaya penyadaran, pemberian edukasi, komunikasi dan pendekatan kepada masyarakat harus terus dilakukan secara berkesinambungan.
Sinergitas antara Perhutani, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat serta warga sekitar hutan diharapkan mampu memperkuat langkah-langkah pencegahan sehingga potensi terjadinya Karhutla dapat ditekan sedini mungkin. Dengan kebersamaan dan kepedulian seluruh pihak, keamanan, kelestarian dan keberlanjutan fungsi hutan dapat terus terjaga demi memberikan manfaat bagi masyarakat dan generasi yang akan datang.












