14 Tulang Diduga Kerangka Manusia Ditemukan di Hutan Lingsar, Polisi Turun Tangan
Barometer99.com, Lombok Barat-NTB- Polisi mengevakuasi 14 tulang yang diduga bagian kerangka manusia, dari kawasan Hutan Lindung Bukit Argapura, Dusun Batu Rimba, Desa Batu Mekar, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat. Tim gabungan harus berjalan kaki sekitar 4 jam untuk mencapai lokasi.
Evakuasi dilakukan Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 11.00 Wita. Tim gabungan terdiri dari 7 personel Polsek Lingsar, 3 personel Unit Identifikasi Polresta Mataram, 4 petugas Dinas Kehutanan Provinsi NTB, serta 3 warga lokal sebagai pemandu dan saksi.
Kapolsek Lingsar AKP Wiwin Widarti mengatakan, proses evakuasi berlangsung cukup berat lantaran medan menuju lokasi sulit dilalui.
“Tim gabungan harus berjalan kaki sekitar empat jam untuk mencapai lokasi. Setelah tiba, petugas langsung melakukan olah TKP dan penyisiran di sekitar aliran kali,” katanya.
Temuan tulang pertama kali diketahui tiga warga saat mencari mata air untuk keperluan religi pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 12.30 Wita. Mereka menemukan sejumlah tulang yang diduga bagian tubuh manusia, termasuk tengkorak dan tulang kaki.
“Ketiga warga langsung mengamankan tulang yang ditemukan dan melaporkannya kepada pemerintah desa untuk ditindaklanjuti,” tutur AKP Wiwin.
Petugas kemudian melakukan penyisiran dari lokasi penemuan hingga ke arah bawah aliran kali. Beberapa bagian tulang kembali ditemukan, termasuk di bawah curuk atau air terjun.
“Petugas kembali menemukan beberapa potongan tulang saat melakukan penyisiran. Semua temuan diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” jelas AKP Wiwin.
Selain tulang, petugas menemukan pakaian APD lengkap pekerja proyek warna merah. Tim juga mengamankan dompet warna pink bertuliskan Semar Nusantara, yang berisi uang kertas dan logam dalam kondisi rusak, bungkus rokok GMJ, serta tiga korek api.
“Barang-barang yang ditemukan bersama tulang sudah kami amankan. Selanjutnya tulang dan barang temuan dibawa ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.
Dikatakan, medan semakin sulit dilalui saat tim melanjutkan penyisiran. Personel bersama warga pemandu akhirnya memutuskan kembali, sambil membawa seluruh temuan menuju RS Bhayangkara.
Dari kondisi tulang yang ditemukan, polisi menduga korban telah meninggal cukup lama. Perkiraan awal lebih dari satu tahun, namun kepastian identitas dan penyebab kematian masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut.
“Kami masih melakukan penyelidikan. Identitas maupun penyebab kematian belum bisa dipastikan dan masih menunggu hasil pemeriksaan,” tegas AKP Wiwin.***












