RSUD Bantargebang Merayakan Ulang Tahun ke 7
BEKASI (20-08-26) —Barometer99.com , Ulang Tahun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bantargebang semakin meriah dan istimewa ditengah suasana peringatan HUT kemerdekaan Republik Indonesia ke 81 menjadi hari bersejarah bagi RSUD Bantargebang yang memasuki usia ke-7.
Mengusung tema “Transformasi Hebat Menjadikan RSUD Bantargebang yang Hijau, Responsif, dan Bebas Plastik”, peringatan tahun ini tidak sekadar menjadi seremoni ulang tahun. Momentum tersebut menjadi ajang meneguhkan semangat perubahan sekaligus memperkuat komitmen RSUD Bantargebang dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat.
Puncak perayaan berlangsung di depan RSUD Bantargebang dan dihadiri Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Hadi Prabowo, S.Si.T., M.Sc., bersama unsur Forkopimcam Bantargebang serta jajaran manajemen dan pegawai RSUD Bantargebang.
Dalam sambutannya, Hadi mendorong RSUD Bantargebang untuk terus berkembang dan berani memasang target lebih tinggi.
“RSUD harus bisa menjadi RSUD yang go nasional,” tegasnya.
Namun, menurut Hadi, cita-cita tersebut tidak cukup hanya dengan fasilitas dan teknologi. Transformasi membutuhkan manusia yang memiliki etika, etos kerja, keterampilan, serta kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi.
Ia juga mengingatkan pentingnya keterampilan 4C, yakni Critical Thinking, Creativity, Communication, dan Collaboration, sebagai bagian dari pengembangan kapasitas setiap insan rumah sakit.
Hadi turut memberikan pesan khusus mengenai kepemimpinan. Seorang pimpinan, katanya, harus mampu menjadi leader yang memberikan teladan, bukan sekadar menjadi bossy kepada bawahannya.
“Jangan marah kalau dikendalikan,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan dalam konteks pentingnya membangun budaya kerja yang sehat, disiplin, dan saling menguatkan.
Bukan Sekadar Ulang Tahun.
Sementara itu, Direktur RSUD Bantargebang, dr. Zulkifly Sanusi, M.H., mengatakan rangkaian peringatan ulang tahun RSUD Bantargebang sebenarnya telah dimulai sejak Juli 2026.
Berbagai kegiatan telah dilaksanakan, di antaranya Sunat Ceria dan donor darah, sebelum akhirnya ditutup dengan perayaan puncak pada hari ini.
Zulkifly berharap momentum ulang tahun tersebut menjadi energi baru bagi seluruh jajaran RSUD Bantargebang untuk menghadirkan pelayanan yang semakin prima dan responsif bagi masyarakat Kota Bekasi.
Menurutnya, perubahan tidak mungkin berjalan jika hanya dibebankan kepada pimpinan.
“RSUD Bantargebang tidak dapat bertransformasi tanpa kalian semua,” pesannya kepada seluruh staf.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa transformasi rumah sakit bukan sekadar perubahan gedung, fasilitas, ataupun sistem pelayanan. Lebih jauh, transformasi menyangkut perubahan budaya kerja dan cara seluruh elemen rumah sakit memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Dari Tumpeng hingga Pohon.
Suasana perayaan berlangsung semarak. Pemotongan tumpeng menjadi salah satu simbol rasa syukur atas perjalanan tujuh tahun RSUD Bantargebang.
Kemeriahan semakin terasa dengan penyerahan simbolis pohon, berbagai perlombaan, hingga pembagian doorprize bagi peserta.
Penyerahan pohon juga menjadi simbol yang menarik perhatian karena sejalan dengan tema besar tahun ini: membangun RSUD yang hijau dan bebas plastik.
Dengan demikian, ulang tahun ke-7 RSUD Bantargebang bukan hanya tentang bertambahnya usia, tetapi juga tentang bertambahnya komitmen untuk berubah.
Di tengah suasana kemerdekaan & ulang tahun yang penuh kegembiraan, RSUD Bantargebang seolah ingin menyampaikan satu pesan sederhana: rumah sakit bukan hanya tempat menyembuhkan manusia, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan dan membangun pelayanan publik yang lebih manusiawi.
(Sumitro Liberty)












