Dosen Muda UNISMA, Politeknik Pertanian Payakumbuh Berhasil Ciptakan Pakan Fungsional Pembentuk Telur Puyuh Fungsional, Sehat, dan Ramah Lingkungan
Oleh: Ir. Brahmadhita Pratama Mahardhika, S.Pt., M.Si., IPP. UNISMA
Malang. Barometer99.com – Payakumbuh Dosen muda Universitas Islam Malang (UNISMA) bersama tim dari Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh berhasil mengembangkan inovasi pakan fungsional untuk ternak puyuh. Inovasi tersebut diarahkan untuk menghasilkan telur puyuh yang lebih sehat sekaligus
mendukung sistem produksi peternakan yang ramah lingkungan.
Penelitian ini mengembangkan pakan yang mengandung minyak magot dengan
suplementasi tokoferol atau vitamin E. Kombinasi tersebut dikembangkan sebagai pakan fungsional yang tidak hanya ditujukan untuk mendukung produktivitas puyuh, tetapi juga
menjaga kondisi fisiologis dan kesehatan ternak.
Berdasarkan hasil penelitian sementara, pemberian pakan fungsional menunjukkan sejumlah hasil positif terhadap performa produksi puyuh. Pakan tersebut dapat meningkatkan produksi dan bobot telur, sekaligus menurunkan nilai Feed Conversion Ratio (FCR). Penurunan
FCR menunjukkan adanya peningkatan efisiensi pemanfaatan pakan oleh ternak.
Selain berdampak pada produktivitas, penelitian ini juga menunjukkan adanya perbaikan pada profil hematologi puyuh.
Pemberian pakan fungsional dilaporkan dapat menurunkan kadar trigliserida dan kolesterol darah, sehingga berpotensi mendukung kondisi fisiologis ternak yang lebih baik.Temuan lainnya adalah adanya penurunan respons stres pada puyuh. Hal tersebut ditandai dengan menurunnya kadar malondialdehide (MDA) dalam darah. MDA merupakan salah satu parameter yang dapat digunakan untuk menggambarkan tingkat stres oksidatif pada tubuh ternak. Hasil ini menunjukkan bahwa suplementasi dalam pakan berpotensi membantu meningkatkan ketahanan puyuh terhadap kondisi stres.
Penelitian ini diketuai oleh Ir. Brahmadhita Pratama Mahardhika, S.Pt., M.Si., IPP. dari Universitas Islam Malang (UNISMA), dengan anggota Dr. Dyah Lestari Yulianti, S.Pt., M.P. dari UNISMA dan Fadilla Meidita, S.Pt., M.Si. dari Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh.
Kolaborasi lintas perguruan tinggi tersebut menjadi bagian dari skema Penelitian Dosen Pemula (PDP) – DRTPM BIMA Kemdiktisaintek. Melalui penelitian ini, tim berupaya menghasilkan inovasi pakan yang dapat meningkatkan efisiensi produksi, mendukung kesehatan ternak, serta memberikan nilai tambah pada hasil peternakan berupa telur puyuh yang fungsional dan sehat.
Pengembangan pakan berbasis minyak magot juga memiliki potensi mendukung prinsip peternakan berkelanjutan. Pemanfaatan magot sebagai sumber bahan pakan dapat menjadi salah satu alternatif dalam pengembangan bahan pakan yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Meski demikian, hasil penelitian yang diperoleh saat ini masih bersifat sementara dan memerlukan pengujian serta kajian lanjutan untuk memperkuat kesimpulan.
Inovasi ini diharapkan dapat terus dikembangkan hingga menghasilkan formulasi pakan fungsional yang aplikatif bagi peternak puyuh. Dengan demikian, hasil penelitian tidak hanya memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga berpotensi mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan sektor peternakan. (Efendi)












