Tabung Oksigen Habis di Tengah Perjalanan Laut, Seorang Anak Asal Bima Meninggal Saat Dirujuk ke RSUP NTB
Bima, Barometer99.com – Seorang anak asal Kabupaten Bima, M Alfa Firdaus, meninggal dunia saat menjalani perjalanan rujukan medis dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima menuju Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Nusa Tenggara Barat (NTB) di Mataram.
Keluarga menduga tabung oksigen yang digunakan untuk membantu pernapasan pasien habis saat ambulans berada di atas kapal penyeberangan.
Peristiwa yang terjadi dalam perjalanan dari Pelabuhan Poto Tano menuju Pelabuhan Kayangan itu memicu perhatian publik setelah cerita keluarga korban dan dugaan penganiayaan terhadap seorang perawat RSUD Bima ramai diperbincangkan di media sosial.
Keluarga Ungkap Detik-Detik Pasien Meninggal di Atas Kapal
Ibu korban, Warda, menuturkan bahwa putranya dirujuk ke RSUP NTB dengan harapan memperoleh penanganan medis yang lebih lengkap. Namun, di tengah perjalanan laut, kondisi Alfa Firdaus dikabarkan memburuk.
Menurut Warda, anaknya mengalami kejang saat berada di atas kapal. Ia mengaku terkejut ketika mengetahui tabung oksigen yang digunakan untuk membantu pernapasan putranya sudah kosong.
“Tabung oksigen kosong, anak saya kejang-kejang saat perjalanan,” ujar Warda.
Ia mengatakan sebelumnya keluarga mendapat penjelasan bahwa persediaan oksigen diperkirakan cukup hingga tiba di rumah sakit tujuan. Namun, menurut pengakuannya, oksigen justru habis sebelum ambulans tiba di Pulau Lombok.
“Katanya oksigen cukup sampai rumah sakit provinsi. Nyatanya habis di tengah jalan,” lanjutnya.
Keluarga Duga Ambulans Menggunakan Tabung Oksigen yang Sudah Terpakai
Warda menduga ambulans yang digunakan bukan kendaraan operasional tetap milik RSUD Bima, melainkan ambulans pengganti atau pinjaman dengan tabung oksigen yang sebelumnya telah digunakan.
Dugaan tersebut membuat keluarga mempertanyakan kesiapan fasilitas rujukan, terutama untuk pasien dengan kondisi yang membutuhkan suplai oksigen selama perjalanan panjang dari Pulau Sumbawa menuju Kota Mataram.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak RSUD Bima mengenai dugaan habisnya tabung oksigen maupun kondisi ambulans yang digunakan dalam proses rujukan pasien tersebut.
Perawat RSUD Bima Diduga Dianiaya Keluarga Pasien
Di sisi lain, insiden meninggalnya pasien juga berujung pada dugaan penganiayaan terhadap seorang perawat RSUD Bima berinisial AR yang mendampingi proses rujukan. Informasi tersebut pertama kali ramai setelah diunggah akun Facebook Umi Quin dan kemudian tersebar luas di berbagai media sosial.
Dalam unggahan itu disebutkan bahwa pasien meninggal dunia saat berada di atas kapal penyeberangan, sementara perawat yang bertugas diduga menjadi sasaran kemarahan keluarga korban.
“Innalillahi wainnailaihi rojiun. Satu kapal dengan ambulan yang akan merujuk pasien ke RSUP. Qadarullah pasien meninggal di kapal. Perawatnya dipukul dan diamuk oleh keluarga pasien,” tulis akun tersebut.
Unggahan itu juga mengajak masyarakat untuk tidak terburu-buru menyalahkan tenaga kesehatan atas musibah yang terjadi.
“Nyawa itu di tangan Tuhan, bukan di tangan nakes. Sedikit bijaksana lah dalam menyikapi sebuah kehilangan,” tulis akun tersebut.
Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat karena menyangkut pelayanan rujukan pasien kritis antar-pulau di Nusa Tenggara Barat. Dugaan habisnya tabung oksigen selama perjalanan maupun dugaan penganiayaan terhadap tenaga kesehatan masih menunggu klarifikasi resmi dari pihak rumah sakit, instansi terkait, maupun aparat penegak hukum.***












