Dede Farhan Aulawi Tekankan Pentingnya Investigasi Ilmiah
JAKARTA, Barometer99.com – Pemerhati keselamatan transportasi Dede Farhan Aulawi menegaskan pentingnya investigasi kecelakaan berbasis ilmiah dalam mengungkap penyebab tabrakan kereta api di Bekasi.
“Begitu terjadi sebuah peristiwa kecelakaan, tidak sedikit masyarakat yang berkomentar terkait penyebabnya berdasarkan persepsi atau dugaan masing-masing. Bahkan yang bukan ahli pun berkomentar seolah-olah sebagai ahli, sehingga terjadi distorsi informasi di ruang publik,” ujar Dede di Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Menurutnya, investigasi harus dilakukan oleh investigator tersertifikasi yang memahami teknik serta metodologi yang tepat. Ia menegaskan bahwa proses investigasi memang membutuhkan waktu dan tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa.
“Di sinilah perlunya investigasi oleh certified investigator yang paham teknik dan metodologi. Memang butuh waktu, karena investigasi tidak boleh dilakukan secara grasa-grusu, tetapi harus berbasis fakta ilmiah,” tegasnya.
Dede menjelaskan, pendekatan Scientific Accident Investigation sangat penting karena tidak hanya menjawab apa yang terjadi, tetapi juga mengungkap mengapa kecelakaan bisa terjadi hingga ke akar permasalahan. Metode ini mengandalkan data teknis, rekaman sistem, serta kondisi lapangan secara objektif.
Ia memaparkan sejumlah aspek yang dapat diungkap melalui investigasi ilmiah, di antaranya analisis sistem persinyalan untuk mendeteksi kemungkinan kegagalan sinyal atau gangguan komunikasi, rekonstruksi kronologi kejadian secara detail melalui data black box, CCTV, hingga komunikasi operasional.
Selain itu, investigasi juga mencakup identifikasi faktor manusia (human factor), seperti potensi kelelahan masinis, kesalahan interpretasi sinyal, hingga koordinasi antarpetugas. Tak kalah penting, faktor eksternal juga ditelusuri, termasuk kemungkinan gangguan di perlintasan yang dapat memicu rangkaian peristiwa kecelakaan.
Lebih lanjut, Dede menekankan bahwa tujuan utama investigasi bukan untuk mencari pihak yang disalahkan, melainkan mengidentifikasi kelemahan dalam sistem.
“Tujuan investigasi bukan mencari kambing hitam, tetapi menemukan kelemahan desain operasi, kekurangan standar keselamatan, kegagalan prosedur darurat, atau kurangnya pemeliharaan infrastruktur,” jelasnya.
Ia menambahkan, pendekatan ilmiah memungkinkan penyebab yang tampak di permukaan ditelusuri hingga akar masalah sehingga rekomendasi perbaikan menjadi lebih efektif.
“Scientific Accident Investigation mampu mengungkap penyebab tabrakan secara lebih akurat karena berbasis bukti, analisis teknis, evaluasi manusia, dan penelusuran sistem. Dengan begitu, keselamatan perkeretaapian nasional dapat ditingkatkan,” pungkasnya.












