Umum  

FOKUS BELA NEGARA (Forum Komunikasi Bela Negara)

Edisi kedua puluh tiga, Jumat 27 Maret 2026

FOKUS BELA NEGARA
(Forum Komunikasi Bela Negara)

Salam Bela Negara.

IMPLEMENTASI BELA NEGARA

Secara umum, Modul II Implementasi Bela Negara hasil karya Dewan Ketahanan Nasional (WANTANNAS) tahun 2018, berisikan prinsip-prinsip penerapan Nilai-Nilai Dasar Bela Negara, serta panduan penerapannya dalam program-program aplikatif oleh masyarakat dan instansi pemerintah dalam mengantisipasi dan mengatasi ancaman faktual maupun potensial di tiap-tiap gatra Ketahanan Nasional. Walaupun instansi WANTANNAS telah beralih menjadi Dewan Pertahanan Nasional sesuai Peraturan Presiden Nomor 202 Tahun 2024, gagasan yang ada dalam Modul Utama Pembinaan Bela Negara (Modul I dan Modul II) tetap relevan untuk dipelajari dan digunakan sebagai referensi dalam pengembangan kesadaran, karakter dan aksi bela negara terutama bagi generasi penerus.

Tujuan Implementasi Bela Negara

Modul II Implementasi Bela Negara sebagai panduan Modul Utama I (Modul Konsepsi Bela Negara) untuk merumuskan bentuk-bentuk aksi bela negara secara sederhana dan aplikatif serta mudah dipahami. Modul II ini menyajikan berbagai penjelasan teknis dalam pengembangan aksi bela negara didasarkan kepada kebutuhan di lingkungan masing-masing dan di lingkungan publik berdasarkan pendekatan nilai-nilai dasar bela negara dan pendekatan kesejahteraan rakyat.

Aksi bela negara merupakan manifestasi dari kesadaran segenap bangsa melalui jiwanya, kewajibannya, dan kehormatannya untuk menghadapi segala macam HTGA yang ketika diwujudkan dalam bentuk sikap dan perilaku akan menjelma menjadi “Upaya Bela Negara” atau “Aksi Bela Negara”.

Aksi Bela Negara dapat didefinisikan sebagai kegiatan nyata hasil perwujudan kesadaran segenap elemen masyarakat, bangsa, dan negara guna mengatasi berbagai permasalahan utama dengan berlandaskan pada nilai-nilai luhur bangsa untuk mewujudkan negara yang berdaulat, adil, dan makmur.

Baca Juga :  Feryal MP: NTB Tak Kekurangan Pelatihan, Tapi Kehilangan Arah Kebijakan Ketenagakerjaan

Pada dasarnya tujuan konsepsi bela negara adalah untuk membangun kekuatan bangsa meraih cita-cita nasional melalui peningkatan aksi bela negara sebagai bentuk nyata peran serta masyarakat. Maka aksi bela negara menyangkut masalah kehidupan sehari-hari dan diterjemahkan dari lingkup yang sederhana terkait dengan upaya setiap warga negara untuk melakukan yang terbaik ikut memperkokoh ketahanan nasional dan mensukseskan pembangunan nasional. Program pemberdayaan masyarakat menjadi penting.

Model Khusus Aksi Bela Negara

Mencermati Modul Implementasi Bela Negara, menegaskan bahwa bela negara tidak hanya diselenggarakan melalui Pendidikan kewarganegaraan, pelatihan dasar kemiliteran, dan pengabdian sebagai prajurit semata, tetapi termasuk melalui profesi masing-masing. Setiap profesi warga negara seperti petani, buruh, guru, pegawai negeri, tentara, polisi dan sebagainya, yang melakukan fungsi dan perannya demi untuk bangsa dan negara adalah aksi bela negara. Agar aksi bela negara berhasil guna secara optimal, perlu ada modul khusus yang perlu dirumuskan oleh pemerintah bersama komponen bangsa lainnya sebagai panduan teknis bagi masyarakat.

Modul khusus ini diharapkan memuat panduan teknis tentang bidang masalah yang ditentukan berdasarkan konsepsi pembangunan yang dikembangkan secara nasional. Permasalahan yang dihadapi dan solusinya dapat dijelaskan sebagai pengetahuan masyarakat. Dilengkapi dengan pengetahuan pendukung seperti model analisis SWOT, model kolaborasi Pentahelix dan sebagainya. Sehingga setiap warga negara memahami apa yang harus dilakukannya untuk ikut serta melakukan aksi bela negara, sehingga berhasil guna secara optimal.

Modul khusus aksi bela negara dikaitkan dengan permasalahan bidang prioritas yang memerlukan solusi secara bersama sebagai gerakan aksi bela negara. Dari pengamatan kondisi lapangan menunjukkan bahwa permasalahan utama yang berkembang saat ini dapat di kelompokkan dalam berbagai bidang antara lain: swasembada pangan, swasembada energi, ketersediaan air, pelestarian lingkungan hidup, peningkatan pendapatan, toleransi beragama, keamanan lingkungan, pemberantasan penyalahgunaan narkoba, pemberantasan korupsi dan sebagainya.

Baca Juga :  FOKUS BELA NEGARA (Forum Komunikasi Bela Negara)

Gerakan Aksi Bela Negara

Agar aksi bela negara setiap warga negara dapat efektif perlu dikembangkan aksi bela negara sebagai gerakan untuk kesejahteraan rakyat yang dilaksanakan dalam komunitas yang lebih luas berbasis di pedesaan atau di kelurahan berdasarkan skala priotitas masing-masing daerah.

Gerakan bela negara yang tumbuh dari bawah dapat menjadi kekuatan bangsa dan negara yang dahsyad jika dikembangkan berdasarkan kesadaran bela negara dan karakter bela negara. Maka pembangunan sumber daya manusia dengan pendekatan profesionalisme dan karakter bela negara perlu dilakukan secara bersamaan.

Pembangunan SDM terutama generasi penerus sangat tergantung kepada kualitas pendidikan yang mengarah kepada profesionalisme, serta pembangunan semangat kebangsaan dan jiwa patriotisme yang berkarakter bela negara memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

Kekuatan NKRI terutama ditentukan oleh potensi bangsa berkarakter bela negara dan didukung oleh potensi sumber daya alamnya serta pengelolaan negara oleh pemerintahnya berdasarkan prinsip-prinsip konsepsi NKRI secara murni dan konsekwen.

Upaya untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia sangat ditentukan oleh gerakan aksi bela negara yang berorientasi kepada pembangunan bangsa yang cerdas, maju, beradab dan berkeadilan.

Edisi berikut akan menampilan pemikiran tentang model Modul Khusus Bela Negara (MKBN) pada berbagai bidang yang menjadi permasalahan utama yang dihadapi saat ini dan mempunyai dampak besar bagi masa depan. Akan diawali dari pemikiran tentang “Modul Khusus Bela Negara bidang Swasembada Pangan”

Semoga bermanfaat

P.A. Rangkuti (PAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *