Edisi kedua puluh dua, Kamis 19 Maret 2026
FOKUS BELA NEGARA
(Forum Komunikasi Bela Negara)
Salam Bela Negara.
SEMANGAT MEWUJUDKAN NEGARA YANG BERDAULAT, ADIL DAN MAKMUR
“Mewujudkan negara yang berdaulat, adil dan makmur”, merupakan nilai-nilai dasar keenam Bela Negara untuk melengkapi lima nilai-nilai dasar yang telah ada yakni: cinta Tanah Air, Sadar Berbangsa dan Bernegara, Setia kepada Pancasila, Rela Berkorban dan Kemampuan Awal Bela Negara. Nilai-nilai dasar Bela Negara yang keenam ini sebagai hasil pemikiran dan kesepakatan dari seminar perumusan Modul Pembinaan Bela Negara yang diselenggarakan oleh Dewan Ketahanan Nasional tahun 2018.
Nilai-nilai dasar keenam Bela Negara ini, adalah gagasan dari alm Letjen Doni Monardo saat menjabat Setjen WANTANNAS tahun 2018-2019. Gagasan ini didasarkan kepada pemikiran bahwa nilai-nilai dasar bela negara yang sudah ada perlu dilengkapi dengan nilai-nilai semangat bermuatan sikap dan tekad tiap warga negara melakukan aksi bela negara untuk mewujudkan negara yang berdaulat, adil dan makmur dalam rangka menuju cita-cita bangsa Indonesia.
Urgensi Semangat Mewujudkan Negara Yang Berdaulat, Adil dan Makmur
Nilai-nilai semangat dapat diartikan sebagai energi potensial yang sangat penting untuk menimbulkan aksi bela negara sebagai energi kinetis dari seseorang. Tanpa adanya semangat pada seseorang, praktis akan menunjukkan kelesuan, tidak bergairah dan tidak ada motivasi.
Semangat bangsa Indonesia untuk meraih kemenangan dikenal berbagai semboyan motivasi perjuangan seperti: merdeka atau mati, maju terus pantang mundur, “rawe-rawe rantas, malang-malang putung”, satu hilang dua terbilang, dan sebagainya.
Nilai-nilai semangat juang perlu dilestarikan sebagai dorongan batin, tekad yang kuat untuk mencapai tujuan, mengatasi kesulitan, mempertahankan prinsip dalam keadaan damai ataupun dalam situasi yang sulit. Dengan senangat juang, setiap warga negara akan mempunyai sikap dan dedikasi untuk berkontribusi, baik dalam konteks kebangsaan (meneladani pahlawan) maupun perjuangan hidup sehari-hari.
Pembangunan Semangat Mewujudkan Negara Yang Berdaulat, Adil dan Makmur
Sebagai negara kepulauan yang terletak di daerah khatulistiwa dengan iklim tropika serta berada di kawasan cincin gunung api, mempunyai peluang besar untuk meraih kesejahteraan yang adil dan maknur jika dikelola dengan baik. Tanpa dukungan semangat energi kinetis sebagai aksi bela negara yang bergelora, potensi besar itu hanya akan menjadi kebanggaan semu tanpa manfaat optimal.
Perlu memahami potensi unggulan tiap wilayah dan juga kelemahan-kelemahannya secara komprehensif dan utuh agar muncul inisiatif dari bawah untuk melakukan aksi bela negara yang berpihak kepada kebutuhan rakyat. Kehadiran negara diperlukan untuk memberi arahan dan pembinaan berdasarkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat.
Dorongan semangat juang dengan memperhatikan nilai-nilai kearifan lokal seperti sopan santun, gemah ripah loh jinawi, gotong royong dan sebagainya yang sudah berlangsung secara turun temurun diberbagai daerah akan menjadi kekuatan peradaban memperkokoh ketahanan nasional. Nilai-nilai kearifan lokal merupakan identitas peradaban bangsa Indonesia yang menjadi kekuatan memperkokoh persatuan dan kesatuan nasional.
Berbagai aksi pembangunan berbasis nilai-nilai kearifan lokal kita temui di berbagai daerah seperti; subak di Bali, lubuk larangan di Sumatera, dan sebagainya.
Mewujudkan Masyarakat Adil dan Makmur
Pembukaan UUD 1945 mengamanatkan untuk menciptakan kesejahteraan bagi bangsa Indonesia yang didukung oleh Sila kelima Pancasila yang berbunyi “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia” telah menjadi panduan untuk menciptakan kesejahteraan material dan spiritual bagi seluruh rakyat.
Kerjasama antar komponen bangsa meliputi: pemerintah, akademisi, pengusaha, masyarakat dan media dengan model pentahelix sangat menentukan keberhasilan tujuan pembangunan nasional yang adil dan makmur.
Penegakan hukum dan pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari melalui pembangunan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan juga tanggung jawab seluruh komponen bangsa. Model pentahelix perlu disosialisaikan untuk dikembangkan oleh masyarakart di lingkungan masing- masing untuk mendapatkan hasil pembangunan secara optimal.
Keberhasilan model Pentahelix sangat tergantung kepada komunikasi dan transparansi dengan dukungan karakter pemimpin yang visioner dan konsisten terhadap cita-cita bangsa Indonesia. Egoisme kelompok atau sektoral harus dihilangkan.
Edisi berikut akan memuat Modul Implementasi Bela Negara, sebagai panduan bagi setiap warga negara dan seluruh komponen bangsa untuk menggelorakan aksi bela negara ikut serta memperkokoh kedaulatan rakyat dan meraih kesejahteraan yang adil dan makmur.
Semoga bermanfaat.
Merdeka.
P.A. Rangkuti (PAR)












