Umum  

Warga Jerowaru Mengaku Setor Uang Untuk Kerja di PT AMNT Pada Seorang Oknum, Namun Tak Kunjung Dipanggil

Jerowaru, Barometer99.com- Harapan untuk mendapatkan pekerjaan justru berubah menjadi kegelisahan bagi sejumlah warga Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Mereka mengaku telah menyerahkan sejumlah uang kepada perantara seseorang yang mengaku bisa meloloskan untuk bekerja di PT AMNT, namun hingga kini pekerjaan yang dijanjikan belum juga terealisasi.

Beberapa warga menyampaikan bahwa proses tersebut berlangsung beberapa waktu lalu. Mereka meyakini penyerahan dana merupakan bagian dari tahapan rekrutmen.

Namun sampai Februari 2026, tidak ada kepastian kerja, sementara dana yang telah diberikan belum kembali. Pihak yang sebelumnya aktif berkomunikasi pun disebut-sebut kini sulit dihubungi.

Sebagian warga mengaku telah menunggu cukup lama. Ada yang menggunakan tabungan pribadi, bahkan ada pula yang meminjam uang demi mendapatkan peluang kerja yang dianggap menjanjikan.

Di tengah kondisi ekonomi yang tidak mudah, situasi ini memicu keresahan sosial di lingkungan masyarakat Jerowaru.

Ketua Komunitas Pelayan Masyarakat Kecamatan Jerowaru, Irfan Muliadi, melalui rilisnya, Sabtu (21/2/2026) meminta agar persoalan tersebut mendapat perhatian serius dari berbagai pihak.

“Sejumlah warga saat ini menanti kepastian. Kami berharap ada penelusuran yang jelas dan terbuka agar tidak terjadi kesimpangsiuran. Jika memang ada oknum yang mencatut nama perusahaan, tentu perlu ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Ia juga mendorong pemerintah daerah serta instansi terkait, termasuk Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lombok Timur, untuk turun langsung melakukan pendataan dan memberikan pendampingan kepada warga yang merasa dirugikan.

Peristiwa ini menjadi refleksi atas tingginya kebutuhan lapangan kerja di Nusa Tenggara Barat. Informasi rekrutmen yang beredar kerap disambut dengan antusias oleh masyarakat.

Karena itu, kejelasan prosedur, pengawasan, serta edukasi publik mengenai mekanisme penerimaan tenaga kerja resmi menjadi hal yang mendesak.

Baca Juga :  Anggota DPRD NTB Maman Soroti Polemik Lahan dan Aset Pemerintah Kota Bima

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak yang disebut dalam dugaan tersebut. Warga Jerowaru kini hanya menunggu kepastian. Jawaban yang diharapkan mampu mengakhiri penantian panjang sekaligus memulihkan kembali kepercayaan terhadap proses rekrutmen kerja yang seharusnya berjalan profesional, transparan, dan bebas dari praktik yang merugikan. (**).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *