Barometer99.com, Indramayu – Suasana berbeda terasa di Kegiatan Panen Raya Ketahanan Pangan Polri di Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (16/5/2026).
Kehadiran bocah berusia 3 tahun bernama Ulil Albab Presisi, atau akrab disapa Ulil Presisi, sukses mencuri perhatian. Namanya memang bukan asing lagi, ia sebelumnya viral saat hadir di acara Polisi Sahabat Anak yang digelar Satlantas Polresta Bogor Kota beberapa waktu lalu.
Kini, senyum kecilnya kembali hadir membawa keceriaan di tengah agenda besar Polri untuk ketahanan pangan nasional.
Kali ini Ulil Presisi kembali mencuri perhatian, bukan hanya hadir, tapi juga terlihat riang bermain di tengah acara Panen Raya Ketahanan Pangan yang dipimpin langsung Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H. Keakraban antara jenderal bintang dua dan bocah cilik itu pun terlihat begitu hangat dan cair.
Ulil sendiri bukan nama biasa. Namanya terinspirasi dari program Kapolri PRESISI – Prediktif, Responsibilitas, Transparansi, Berkeadilan. Meski baru berusia 3 tahun, ia menjawab pertanyaan Kapolda Jabar dengan lugas dan percaya diri, membuat suasana makin hangat.
“Namanya siapa?” tanya Irjen Pol. Rudi Setiawan dengan senyum.
“Ulil Presisi,” jawab bocah 3 tahun itu dengan mantap.
Saat ditanya umurnya, Ulil langsung menjawab, “Tiga tahun!” dengan suara polos yang mengundang tawa ringan.
Gelak tawa makin pecah ketika Kapolda Jabar bertanya, “Kalau besar nanti mau jadi apa?”
“Jadi Polisi!” sahut Ulil tanpa ragu.
Momen itu pun ditutup dengan sesi foto bersama. Ulil berpose lucu di samping Irjen Rudi, menciptakan pemandangan hangat yang jadi penutup manis acara Panen Raya Ketahanan Pangan.
Di akhir pertemuan, Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudi Setiawan tak lupa menyelipkan doa untuk Ulil Presisi.
“Semoga kelak Ulil bisa menggapai cita-citanya, menjadi anak yang sukses, berbakti kepada orang tua, agama, nusa, dan bangsa,” ujarnya penuh harap.
“Sesuai namanya, Presisi, dan sesuai harapan orang tua, semoga Ulil sukses meraih semua yang dicita-citakan. Aamiin,” tutupnya, menutup momen haru yang hangat itu dengan doa. (Red)










