Breaking News
BPP 08 Gelar Koordinasi di Warung Kopi, Dukung UMKM dan Perkuat Rasa Kemanusiaan, Waketum BPP 08: “Ini Akan Jadi Agenda Rutin Kami” Anggota Kodim Sleman Percantik Lingkungan Kerja Polresta Mataram Tangkap Pelaku Pembunuh Mahasiswi Unram Mataram, Barometer99.com- Misteri kematian NDR (21), mahasiswi asal Kabupaten Sumbawa Barat yang ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Jalan Sakura, Kelurahan Gomong, Kota Mataram pada 17 Mei 2026, akhirnya berhasil diungkap jajaran Satreskrim Polresta Mataram. Setelah melalui penyelidikan intensif selama hampir dua bulan, Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polresta Mataram berhasil mengamankan seorang pria berinisial HK (17), warga Kelurahan Punia, Kecamatan Mataram, yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Keberhasilan pengungkapan kasus tersebut disampaikan langsung oleh Kapolresta Mataram Kombes Pol. Hendro Purwoko, dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Wira Pratama Polresta Mataram, Jumat (31/07/2026). Konferensi pers turut dihadiri Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma YP, para Kanit Reskrim, Tim URC, Kasi Humas Polresta Mataram, serta keluarga korban yang sejak awal mengikuti perkembangan penyelidikan. Kapolresta menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu dini hari, 16 Mei 2026, di kamar kos korban di kawasan Gomong, Mataram. Namun, jasad korban baru ditemukan keesokan harinya, Minggu (17/05/2026) sekitar pukul 19.00 Wita, oleh seorang rekannya yang datang ke kos karena korban tidak dapat dihubungi sepanjang hari. “Peristiwa itu terjadi pada dini hari, sedangkan korban ditemukan meninggal dunia keesokan harinya oleh temannya yang datang karena seharian tidak mendapatkan kabar dari korban,” jelas Kapolresta. Usai menerima laporan, Satreskrim Polresta Mataram langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, meminta keterangan para saksi, serta melakukan penyelidikan secara intensif. Kapolresta mengungkapkan, titik terang perkara ini bermula dari hasil identifikasi barang-barang milik korban yang hilang, terutama sepeda motor dan telepon genggam. Pada Rabu malam (29/07/2026), Tim URC mengamankan HK dalam penanganan kasus pembacokan di Kota Mataram. Saat diamankan, petugas menemukan sepeda motor yang dikendarai pelaku. Setelah dilakukan pengecekan nomor rangka dan identifikasi kendaraan, polisi memastikan bahwa sepeda motor tersebut merupakan milik NDR yang hilang sejak peristiwa di kamar kos. “Awalnya tim mengamankan tersangka terkait kasus pembacokan. Namun setelah dilakukan identifikasi, sepeda motor yang digunakannya ternyata merupakan milik korban pembunuhan di Gomong. Dari situlah penyelidikan dikembangkan hingga akhirnya tersangka mengakui perbuatannya,” terang Kapolresta. Niat Mencuri Berujung Hilangnya Nyawa Korban Berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik, HK mengaku awalnya datang seorang diri ke kawasan kos-kosan dengan tujuan melakukan pencurian. Ia mengamati situasi sekitar sebelum mencoba membuka beberapa pintu kamar kos. Sebagian besar kamar dalam keadaan terkunci, namun pintu belakang kamar korban hanya tertutup tanpa dikunci. Tersangka kemudian masuk secara diam-diam dan mengambil dua unit telepon genggam milik korban. Merasa masih memiliki kesempatan mengambil barang berharga lainnya, HK kembali masuk ke dalam kamar untuk mengambil kunci sepeda motor korban. Namun ketika hendak mengambil kunci tersebut, korban terbangun dan sempat berteriak. Dalam kondisi panik, tersangka diduga mendorong korban hingga terjatuh di atas tempat tidur, kemudian menindih tubuh korban serta membekap mulut dan hidung korban menggunakan bantal hingga korban tidak lagi bergerak. Setelah itu, tersangka membawa kabur sepeda motor milik korban. Untuk menghilangkan jejak, sepeda motor tersebut dipreteli dan diubah tampilannya agar tidak mudah dikenali. Selama hampir dua bulan, kendaraan itu tetap digunakan tersangka dalam aktivitas sehari-hari hingga akhirnya menjadi petunjuk penting yang mengungkap kasus tersebut. Dalam konferensi pers, Kapolresta juga mengungkap bahwa HK merupakan residivis tindak pidana. Dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka juga mengaku pernah melakukan tiga aksi penusukan di wilayah Kota Mataram, yakni di Jalan Majapahit, Jalan Airlangga, dan Jalan Bougenville. Menurut pengakuannya, aksi kekerasan tersebut dipicu persoalan sepele, seperti merasa tersinggung karena ditegur atau dipandang oleh korban. Meski demikian, dalam kasus meninggalnya NDR, penyidik menyebut motif utama tersangka adalah pencurian yang kemudian berkembang menjadi tindak kekerasan ketika aksinya diketahui korban. “Jadi motif awalnya adalah pencurian. Karena ketahuan oleh korban, pelaku panik dan melakukan kekerasan yang akhirnya menyebabkan korban meninggal dunia,” tegas Kapolresta. Dalam perkara ini, penyidik telah mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya pakaian korban, tempat tidur, sepeda motor milik korban, serta senjata tajam yang diduga digunakan tersangka dalam sejumlah perkara pembacokan lainnya. Atas perbuatannya, HK dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 458 ayat (1), Pasal 479 ayat (3), Pasal 307 ayat (1), dan Pasal 466 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara. Keluarga Korban Sampaikan Apresiasi Pengungkapan kasus tersebut disambut haru oleh keluarga korban yang hadir langsung dalam konferensi pers. Ibu kandung beserta keluarga NDR menyampaikan apresiasi kepada Kapolresta Mataram, Kasat Reskrim, Tim URC, dan seluruh jajaran Polresta Mataram yang dinilai telah bekerja keras hingga berhasil mengungkap kasus yang selama hampir dua bulan menjadi tanda tanya. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Polresta Mataram yang telah berhasil mengungkap pelaku pembunuhan anak kami. Atas nama keluarga, kami menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kerja keras seluruh jajaran kepolisian,” ujar perwakilan keluarga korban.*** Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan Mahasiswi Unram di Gomong Dukung Gerakan Indonesia Asri, Polres Muara Enim dan Muratara Gelar Program Belida Serentak

Tanamkan Nilai Patriotisme Sejak Dini, Babinsa Jajaran Kodim 1310/Bitung Optimalkan Implementasi Buku Pedoman Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) di Lingkungan Sekolah

Babinsa Jajaran Kodim 1310/Bitung Optimalkan Implementasi Buku Pedoman PKBN

BITUNG, Barometer99.com – Dalam upaya menanamkan nilai-nilai patriotisme, cinta tanah air, dan semangat kebangsaan kepada generasi muda, Babinsa jajaran Kodim 1310/Bitung di wilayah Kota Bitung dan Kab. Minahasa Utara, terus mengoptimalkan implementasi Buku Pedoman Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) di lingkungan sekolah yang berada di wilayah binaan masing-masing, Rabu (03/06/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara terencana dan berkesinambungan melalui pemberian materi wawasan kebangsaan, cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, kedisiplinan, serta nilai-nilai luhur Pancasila yang menjadi dasar dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Para Babinsa di Koramil jajaran Kodim 1310/Bitung yang berada di wilayah Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa Utara, secara aktif mendatangi sekolah sekolah TK dan SD di wilayah binaannya, seperti di SD Katolik Santa Maria Kelurahan Manembo-Nembo, Kec. Matuari Kota Bitung, SD GMIM 29 Kel. Pasirpanjang Kec. Lembeh Selatan
Kota Bitung, Taman Kanak-Kanak GMIM Debora Kel. Sukur Kec. Airmadidi Kab. Minut, SD Inpres Tontalete Kec. Kema Kab. Minut, SD Inpres Likupang Satu Desa Likupang Satu Kec. Likupang Timur Kab. Minut, SDN Matungkas ,Kec Dimembe, Kab. Minahasa Utara, dan sekolah sekolah yang lain untuk berkoordinasi dengan pihak sekolah guna memastikan materi pembinaan yang diberikan sesuai dengan Buku Pedoman Pembinaan Kesadaran Bela Negara.

Melalui pendekatan edukatif dan komunikatif, para siswa diajak untuk memahami pentingnya bela negara sebagai sikap dan perilaku yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Adapun metode Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) di Lingkungan Pendidikan yang diberikan Babinsa kepada para Siswa/Siswi tersebut, antara lain, Ceramah interaktif ringan, Stortelling/Dongeng Edukatif, Lagu dan Gerak Lagu bertemakan nasionalisme, Mewarnai dan kegiatan motorik serta Simulasi Mini/Bermain Peran.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif, latihan kedisiplinan, dan berbagai metode pembelajaran yang menarik sehingga para siswa dapat memahami materi dengan baik serta mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Komandan Kodim 1310/Bitung, Letkol Inf Dewa Made DJ mengatakan bahwa optimalisasi implementasi Buku Pedoman Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) di lingkungan sekolah merupakan langkah nyata TNI AD melalui Babinsa jajaran Kodim 1310/Bitung dalam membentuk karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.
“Pembinaan Kesadaran Bela Negara di lingkungan sekolah sangat penting untuk menanamkan rasa cinta tanah air, semangat persatuan, kedisiplinan, serta tanggung jawab sebagai warga negara sejak usia dini. Melalui implementasi Buku Pedoman PKBN, para Babinsa memiliki acuan yang jelas dalam memberikan pembinaan sehingga materi yang disampaikan dapat lebih terarah, efektif, dan mudah dipahami oleh para pelajar,” ujar Dandim.

Baca Juga :  Berlari ke Dapur Saat Digerebek, Pengedar Sabu dan Ganja di Perumnas Lahat Tetap Tak Berkutik

Lebih lanjut, Dandim menegaskan bahwa generasi muda merupakan aset bangsa yang harus dipersiapkan dengan baik untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
“Kami berharap kehadiran Babinsa di sekolah-sekolah tidak hanya memberikan wawasan kebangsaan, tetapi juga mampu menjadi motivator bagi para siswa untuk terus belajar, berprestasi, menjaga persatuan, serta menjauhi segala bentuk perilaku negatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun bangsa. Dengan tumbuhnya kesadaran bela negara sejak dini, akan lahir generasi yang tangguh, berkarakter, dan siap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Letkol Inf Dewa Made DJ.

Pihak sekolah mengapresiasi kehadiran Babinsa yang secara aktif memberikan pembinaan kepada para siswa. Menurut mereka, program ini memberikan manfaat positif bagi para siswa dalam membentuk karakter, meningkatkan disiplin, serta memperkuat wawasan kebangsaan di tengah perkembangan zaman dan tantangan global yang semakin kompleks.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *