Umum  

RSUD Sondosia Bima Jajaki Kerja Sama dengan UGM untuk Cetak Dokter Spesialis

RSUD Sondosia Bima Jajaki Kerja Sama dengan UGM untuk Cetak Dokter Spesialis

Bima, Barometer99.com- Kabar baik datang bagi masyarakat Kabupaten Bima. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sondosia Bima mulai merintis kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) guna mencetak dokter spesialis sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan di daerah.

Langkah strategis tersebut sejalan dengan program modernisasi RSUD Sondosia yang saat ini menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima dalam memperkuat fasilitas kesehatan dan sumber daya manusia (SDM) medis.

Direktur RSUD Sondosia, Dr. Firman, MPH, membenarkan bahwa komunikasi dengan UGM telah dimulai dan saat ini masih berada pada tahap penjajakan.

“Iya, jalan ke sana sudah dan sedang dirintis,” ujar Dr. Firman saat dikonfirmasi, Jum’at (26/6/2026).

Menurutnya, kerja sama tersebut tidak hanya bertujuan menghadirkan dokter spesialis di RSUD Sondosia, tetapi juga membuka peluang bagi dokter umum asal Kabupaten Bima untuk mengikuti Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di UGM.

“Belum ada hitam putih kerja sama, tetapi kami sedang membangun komunikasi terkait kebutuhan kerja sama yang diperlukan,” jelasnya.

Dr. Firman mengatakan, peluang paling realistis dan dapat segera diwujudkan saat ini adalah mengirim dokter umum untuk menempuh pendidikan spesialis di UGM.

“Kami juga sudah menginformasikan kepada beberapa rekan dokter umum agar memanfaatkan peluang ini,” tambahnya.

*Modernisasi RSUD Sondosia Jadi Prioritas*

Upaya mencetak dokter spesialis tersebut merupakan bagian dari program rehabilitasi, revitalisasi, dan modernisasi RSUD Sondosia yang tengah dipercepat Pemkab Bima.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bima menggelar rapat koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy, untuk membahas percepatan program tersebut.

Baca Juga :  Gubernur Aceh Muzakir Manaf Dirawat di Malaysia, Kondisinya Sehat dan Akan Kembali Hari Minggu

Modernisasi rumah sakit difokuskan pada pembangunan dan peningkatan tiga fasilitas utama, yakni Gedung Utama, Instalasi Gawat Darurat (IGD), serta Gedung KRIS (Kelas Rawat Inap Standar).

Kepala Seksi Hukum dan Humas RSUD Sondosia, Irfan, S.Kep., Ns., menjelaskan bahwa saat ini tim gabungan yang terdiri dari RSUD Sondosia, Bappeda, Dinas PUPR, BPKAD, dan sejumlah instansi terkait tengah menyelesaikan berbagai dokumen teknis sebagai syarat pengajuan program kepada pemerintah pusat.

“Tim gabungan saat ini sedang menuntaskan berbagai dokumen pendukung yang menjadi persyaratan utama dalam pengajuan program rehabilitasi, revitalisasi, dan modernisasi RSUD Sondosia,” ujarnya.

Dokumen yang dipersiapkan meliputi pembaruan Rencana Anggaran Biaya (RAB), pemenuhan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), penyempurnaan dokumen lingkungan, hingga penyesuaian master plan pengembangan rumah sakit.

Selain pembangunan fisik, modernisasi RSUD Sondosia juga diarahkan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui penguatan SDM, termasuk pemenuhan tenaga dokter spesialis.

Karena itu, penjajakan kerja sama dengan UGM dinilai menjadi langkah strategis untuk mempercepat penyediaan dokter spesialis sekaligus mendukung pengembangan layanan kesehatan yang lebih komprehensif bagi masyarakat Kabupaten Bima.

“Kami menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemkab Bima dalam mendorong percepatan modernisasi rumah sakit. Modernisasi ini bukan sekadar pembangunan gedung, tetapi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Bima,” kata Irfan.

Pihak RSUD Sondosia optimistis, dengan dukungan pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta seluruh pemangku kepentingan, rumah sakit tersebut dapat berkembang menjadi fasilitas kesehatan yang modern, representatif, dan mampu memenuhi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat secara optimal.

Seluruh dokumen pengajuan program ditargetkan rampung dalam waktu dekat sebelum dikoordinasikan dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) guna memperoleh dukungan program dari pemerintah pusat.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *