Polres Bener Meriah Bagikan Daging Meugang dan Bansos Kapolri untuk Warga Terdampak Banjir dan Longsor

Redelong, Barometer99.com – Menjelang bulan suci Ramadan, Polres Bener Meriah menggelar kegiatan Meugang dengan membagikan daging dan bantuan sosial kepada warga terdampak banjir dan longsor di sejumlah titik pengungsian, Rabu (18/2/2026).

Tradisi Meugang yang merupakan kearifan lokal Aceh ini diisi dengan pembagian daging oleh Mahasiswa STIK–PTIK Angkatan 83, sekaligus penyaluran bantuan sosial dari Kapolri yang diserahkan melalui Pakor Polres Bener Meriah Kombes Pol. Bambang Wirawan.

“Bantuan ini dari Bapak Kapolri untuk masyarakat Aceh. Ini bentuk kepedulian Polri, dan Polri selalu bersama masyarakat,” ujarnya saat menyerahkan bantuan tersebut.

Tiga Lokasi Pengungsian Jadi Sasaran Penyaluran

Distribusi daging Meugang dan bansos dilakukan di tiga titik pengungsian, yakni:

Desa Jamur Ujung, Kecamatan Wih Pesam

Desa Tunyang, Kecamatan Timang Gajah

Desa Uning Mas, Kecamatan Pintu Rime Gayo

Di Desa Jamur Ujung, Mahasiswa PTIK tidak hanya menyalurkan daging Meugang, tetapi juga menghibur anak-anak dengan kegiatan trauma healing untuk memulihkan kondisi psikososial pascabencana.

Polri Pastikan Kehadiran untuk Masyarakat Terdampak

Kapolres Bener Meriah, Aris Cai Dwi Susanto, yang turut turun langsung ke lokasi pengungsian, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Mahasiswa PTIK serta perhatian khusus dari Kapolri untuk warga yang sedang menghadapi musibah.

“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat Bener Meriah. Di tengah situasi bencana, masyarakat tetap menjalankan ibadah puasa. Polri hadir dan akan terus bersama masyarakat,” ujarnya.

Kepala Desa Jamur Ujung mewakili warga menyampaikan apresiasi kepada Kapolri, Polres Bener Meriah, dan Mahasiswa PTIK atas bantuan yang diterima. Bantuan diserahkan secara simbolis kepada aparatur desa untuk didistribusikan merata kepada seluruh pengungsi.

Baca Juga :  Polres Batu Bara Tindak Lanjut Pengaduan Masyarakat melalui Call Center 110, Mediasi Berujung Kekeluargaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *