Pemuda 22 Tahun di Desa Sandue Jatuh dari Pohon Kelapa, Nyawanya Tak Tertolong

Pemuda 22 Tahun di Desa Sandue Jatuh dari Pohon Kelapa, Nyawanya Tak Tertolong

Barometer99.com, Bima-NTB- Seorang pemuda berusia 22 tahun berinisial F, warga Desa Sandue, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), meninggal dunia setelah diduga jatuh dari pohon kelapa di So Doro Sandue, Dusun La Gaga, Desa Sandue.

Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Selasa, 15 September 2026. Aktivitas mencari kelapa yang semula dijalani korban seperti biasa berakhir dengan musibah yang merenggut nyawanya.

Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar, melalui Kapolsek Sanggar Iptu Zuhdar, mengatakan sebelum kejadian korban diketahui berpamitan kepada keluarga untuk mencari kelapa.

Namun, beberapa waktu kemudian, dua warga yang juga sedang mencari kelapa di sekitar lokasi menemukan tubuh seseorang tergeletak di area tersebut.

Setelah didekati, kedua warga tersebut mengenali sosok itu sebagai F, warga Desa Sandue. Informasi mengenai kejadian tersebut kemudian disampaikan kepada warga dan keluarga korban.

“Setelah menerima laporan, kami langsung mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi,” ujar Iptu Zuhdar, Rabu, 16 September 2026.

Proses evakuasi korban tidak berlangsung mudah. Lokasi kejadian berada cukup jauh dan kondisi medan tidak memungkinkan kendaraan roda empat mencapai titik tersebut.

Ayah kandung korban bersama keluarga dan personel Polsek Sanggar kemudian menuju lokasi. Dengan peralatan seadanya, jenazah korban ditandu oleh warga hingga mencapai titik yang dapat dijangkau kendaraan.

Berdasarkan pemeriksaan medis, korban diduga meninggal dunia setelah terjatuh dari pohon kelapa yang diperkirakan memiliki ketinggian sekitar 30 meter.

“Berdasarkan pemeriksaan medis, korban diduga meninggal dunia akibat terjatuh dari pohon kelapa yang diperkirakan memiliki ketinggian sekitar 30 meter,” jelas Kapolsek.

Sejumlah warga juga menyebut korban memiliki riwayat penyakit epilepsi. Namun, informasi tersebut merupakan keterangan dari warga dan belum dapat dijadikan sebagai kesimpulan mengenai penyebab korban terjatuh.

Baca Juga :  Awal Budidaya Bandeng Dimulai, Babinsa Posramil Lapang Hadir Menemani Petani Tambak

Pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Keluarga juga memilih untuk tidak dilakukan visum maupun autopsi terhadap jenazah korban.

Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Keluarga juga telah mengikhlaskan kepergian F untuk selamanya.

Kapolsek Sanggar menyampaikan belasungkawa atas musibah yang dialami keluarga korban.

“Kami atas nama pribadi dan institusi menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kepergian almarhum. Semoga amal ibadah almarhum diterima oleh Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan dalam menghadapi musibah ini,” ungkapnya.

Kepergian F meninggalkan duka bagi keluarga dan warga Desa Sandue. Niat awal mencari kelapa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari berakhir menjadi musibah tragis.

Peristiwa tersebut menjadi duka bagi keluarga yang ditinggalkan, sementara kenangan tentang almarhum kini menjadi bagian dari perjalanan hidup warga Desa Sandue.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *