Umum  

Legislator PKS Riyono: Panen Udang, KKP dan BUMN Harus Untung

Legislator PKS Riyono: Panen Udang, KKP dan BUMN Harus Untung

Kebumen. Barometer99.com – Kehadiran Presiden Prabowo dalam panen langsung tambak udang berbasis kawasan (BUBK) yang dikelola oleh KKP memberikan tanda bahwa sektor perikanan budidaya sangat penting dan harus terus di kembangkan. Udang sebagai komoditas ekspor unggulan nasional saat ini menjadi primadona bagi kontributor kesejahteraan petambak dan pembudidaya.

 

“Presiden hadir untuk panen ini memberikan instruksi bahwa budidaya adalah penting dan pilar kesejahteraan rakyat. KKP harus optimalkan dan tancap gas kelola udang Vaname” papar Riyono Caping Aleg Komisi IV DPR dapil 7 Jatim. Senin (25/05/2026).

 

Sektor budidaya udang terus tumbuh di tengah dinamika internasional, kasus cesium 37 yang membuat penolakan produk udang di Amerika memberikan pembelajaran pentingnya budidaya yang sehat dan bebas berbagai radiasi kimia berbahaya.

 

“Sektor budidaya tahun 2024 mampu produksi 17.4 juta ton. Khusus udang 2020 baru 550.000 ton, 2021 naik 650 ribu ton, 2024 menjadi 1.2 juta ton. Artinya 5 tahun terakhir kenaikan produksi udang Vaname bisa 100% lebih. Hampir 80% adalah kualitas ekspor” tambah Riyono Caping.

 

BUBK Kebumen kemarin panen dengan hasil kisaran 43 ton dalam satu parsial dari total lahan 20 Ha. Jika berkembang bagus sampai panen total bisa 150 ton lebih dengan nilai panen lebih dari 10 milyar lebih.

 

“Waktunya sekarang BUMN yang harus mengelola BUBK ini, KKP sudah membangun dan memberikan pondasi usaha bisnisnya. Agrinas dan Perindo harus bisa kelola dengan baik sehingga bisa menguntungkan. BUMN bisnis udang harus untung” tegas Riyono

 

Kehadiran Riyono dan MenKP termasuk Menko Pangan dan Jajaran BUMN dalam panen bersama Presiden Prabowo menjadi bukti bahwa jika bisnis di kelola dengan baik maka akan menguntungkan negara dan membawa kesejahteraan bagi rakyat.

Baca Juga :  TMMD Perkuat Semangat Gotong Royong

 

“Bisnis udang masih sangat menguntungkan, kebutuhan udang dunia masih dinamis bergerak. 2025 dunia mengkonsumsi udang hampir 6.2 juta ton. Produksi sudah tembus 6 juta ton lebih. Indonesia sebagai produsen nomer 5 dunia setelah Cina, Ekuador, India, Vietnam. Pejuang Indonesia menjadi pemain udang nomer 1 masih mungkin” tutup Riyono. (Efendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *