Kapolda Sumsel Pastikan Pencegahan Terus Dimaksimalkan
PALEMBANG, Barometer99.com — Polda Sumatera Selatan bersama pemerintah daerah, TNI, stakeholder terkait dan masyarakat terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera Selatan. Selain memadamkan titik api yang masih aktif, langkah pencegahan dan mitigasi di wilayah rawan terus dimaksimalkan untuk mencegah kebakaran meluas maupun muncul di kawasan baru.
Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. menyampaikan hal tersebut usai mengikuti Salat Istisqa bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan di Griya Agung, Palembang, Selasa (25/8/2026).
Kapolda menegaskan, kolaborasi seluruh unsur menjadi bagian penting dalam pengendalian Karhutla. Polda Sumsel bersama pemerintah daerah, TNI, stakeholder terkait dan masyarakat terus memperkuat langkah pencegahan, pemadaman serta mitigasi di wilayah yang memiliki potensi kebakaran.
“Kolaborasinya luar biasa. Pencegahannya kita maksimalkan. Yang masih nyala kita padamkan. Yang di depan kita juga akan kita mitigasi agar jangan sampai terbakar juga,” ujar Kapolda.
Menurut Kapolda, penanganan Karhutla dilakukan secara menyeluruh dengan mengedepankan pencegahan, pemadaman dan penegakan hukum. Dalam penanganan perkara terkait Karhutla, hingga saat ini sebanyak 17 orang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Kapolda menyampaikan, sebagian perkara telah dituntaskan, sedangkan sejumlah perkara lainnya masih dalam proses penanganan. Penegakan hukum tersebut tetap berjalan beriringan dengan upaya pencegahan dan penanganan titik api di lapangan.
“Mudah-mudahan ketika kita sudah berbuat bersama dengan Pak Kajati, dengan Pak Gubernur, semuanya sudah baik,” katanya.
Di lapangan, sejumlah kawasan masih membutuhkan perhatian sehingga pemadaman terhadap lokasi yang terdapat titik api terus dilakukan. Pada saat yang sama, mitigasi terhadap wilayah yang berpotensi terbakar juga diperkuat untuk mencegah munculnya kebakaran baru.
Salat Istisqa yang diikuti Kapolda Sumsel bersama jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menjadi bagian dari ikhtiar bersama di tengah upaya pengendalian Karhutla. Sementara itu, langkah operasional berupa pencegahan, mitigasi, pemadaman dan penegakan hukum terus dilaksanakan secara terpadu dan berkelanjutan.
Kabidhumas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menegaskan, pengendalian Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat karena pencegahan menjadi langkah penting dalam menekan munculnya kebakaran baru.
“Polda Sumsel bersama jajaran akan terus mengoptimalkan langkah pencegahan, pemadaman dan mitigasi, sekaligus melakukan penegakan hukum terhadap perkara Karhutla yang ditangani. Kami juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran,” ujar Nandang.
Nandang menambahkan, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, stakeholder terkait hingga masyarakat harus terus diperkuat. Informasi masyarakat mengenai munculnya titik api maupun potensi kebakaran juga diperlukan agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
Polda Sumsel memastikan pengendalian Karhutla akan terus dilakukan melalui langkah preventif, respons cepat terhadap titik api, mitigasi wilayah rawan dan penegakan hukum. Kolaborasi seluruh unsur diharapkan mampu menekan risiko kebakaran sekaligus melindungi masyarakat dan lingkungan di Sumatera Selatan.












