Umum  

Haji Nasim: Keberadaan KUD Dan KDKMP Mampu Menjadi Menjadi Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat

Haji Nasim: Keberadaan KUD Dan KDKMP Mampu Menjadi Menjadi Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat

Barometer99.com – Koperasi Unit Desa (KUD) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur bisa berjalan beriringan untuk memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat desa.

Hal ini disampaikan anggota Komisi VI DPR RI Ir. H. Muhammad Nasim Khan saat melakukan kunjungan ke daerah pemilihannya di Jawa Timur lll yang meliputi Kabupaten Situbondo Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi.

Keberadaan lembaga lama itu bisa di hidupkan kembali seiring dengan adanya program KDKMP, diharapkan dua lembaga tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian masyarakat.

“KUD yang perlu diaktifkan di Situbondo ada puluhan, dan ini bisa dihidupkan kembali bersamaan dengan KDKMP,” kata Nasim Khan saat menghadiri pelantikan Pengurus Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Situbondo di Pendopo Kabupaten Situbondo. Selasa (11/08/2026).

Menurut dia, di Situbondo ada sekitar 10 KUD masih aktif dan sejumlah Koperasi Unit Desa lainnya dinilai masih memiliki peluang untuk dikembangkan kembali.

Nasim juga berharap kepada pemerintah daerah setempat terus mengawal pengembangan koperasi karena keberhasilan gerakan koperasi harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Insya-Allah menjadi ghirah-nya atau semangat Pemkab Situbondo yang kita harapkan ini betul-betul maju dan sejahtera. Terpenting adalah Situbondo sejahtera,” kata anggota Komisi VI DPR Ri dari Fraksi PKB itu.

Kepada Pengurus Dekopinda Situbondo, Nasim Khan berharap pula dapat menjadi wadah perjuangan koperasi sekaligus membangkitkan kembali semangat berkoperasi di tengah masyarakat.

“Selamat kepada Pengurus Dekopinda Situbondo yang baru, semoga menjadi berkah dan bermanfaat,” kata Nasim.

Sementara itu, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mendorong koperasi menjadi penyangga perekonomian dengan memperkuat peran usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Baca Juga :  Ditanya RKC soal Utang RSUD NTB, Dirut Tegaskan Bukan untuk Capaian Populis: “Kalau Tak Dibayar, Obat Tidak Di-drop Lagi”

Menurutnya, Situbondo memiliki modal ekonomi dan sumber daya manusia yang cukup untuk mengembangkan koperasi, seiring dengan terus berkembangnya pelaku UMKM dan komunitas usaha di daerah itu.

“Kalau semua itu dibimbing, digerakkan menjadi anggota koperasi, kami yakin Situbondo naik kelas itu bukan sesuatu yang berat untuk dilakukan,” kata Rio, sapaannya. (Efendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *