Umum  

DPRD NTB Panggil Kadisdikpora Usut Polemik Siswa Lulus SPMB yang Tiba-Tiba Gugur

DPRD NTB Panggil Kadisdikpora Usut Polemik Siswa Lulus SPMB yang Tiba-Tiba Gugur

MATARAM, Barometer99.com – Komisi V DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) memanggil Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) NTB menyusul polemik Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 tingkat SMA di Kota Mataram. Pemanggilan dilakukan setelah puluhan siswa yang sebelumnya dinyatakan lulus dalam sistem daring, mendadak tidak lagi tercantum dalam daftar peserta yang diterima saat proses daftar ulang.

Ketua Komisi V DPRD NTB, Lalu Sudiartawan, mengatakan pihaknya menerima laporan dari sekitar 50 wali murid yang mempertanyakan perubahan status kelulusan anak mereka. Menurutnya, persoalan tersebut harus segera diklarifikasi agar tidak memicu keresahan di tengah masyarakat.

“Kami mengundang Pak Kadis berdasarkan beberapa isu di luar, terutama mengenai ada asosiasi wali murid yang menyampaikan bahwa daftarnya sudah lulus, sudah diterima, tetapi begitu daftar ulang, hilang,” kata Sudiartawan.

Ia menegaskan, DPRD belum akan mengambil kesimpulan maupun mengeluarkan rekomendasi sebelum mendengarkan penjelasan dari seluruh pihak yang terlibat, termasuk para wali murid.

Dalam waktu dekat, Komisi V berencana mempertemukan pihak Dikpora NTB dengan perwakilan wali murid guna mengonfirmasi perbedaan informasi yang muncul terkait proses seleksi tersebut.

“Kita akan konfrontasi kedua belah pihak dalam waktu dekat antara wali murid dan dinas. Jadi tidak ada rekomendasi dari Komisi V sebelum kami juga mendengar pihak wali murid,” ujarnya.

Sudiartawan juga mengingatkan agar polemik dalam pelaksanaan SPMB tidak berdampak pada hak anak untuk memperoleh pendidikan. DPRD meminta Dikpora memastikan seluruh siswa tetap mendapatkan akses bersekolah, termasuk dengan mempertimbangkan penambahan rombongan belajar (rombel) atau redistribusi siswa ke sekolah yang masih memiliki daya tampung.

“Yang jelas jangan sampai ada anak yang tidak sekolah. Itu intinya penekanan kita kepada Kadis,” tegasnya.

Baca Juga :  Sambut Audiensi PWI Sumsel, Bupati Muba HM Toha Siap Dukungan Program PWI untuk Kemajuan Daerah

Sementara itu, Kepala Dikpora NTB Syamsul Hadi menjelaskan perubahan status kelulusan terjadi karena proses pemeringkatan pada sistem SPMB masih berlangsung saat sebagian orang tua mengambil tangkapan layar hasil seleksi.

Menurutnya, tampilan status “lulus” yang muncul saat itu belum merupakan hasil akhir karena sistem masih terus memperbarui data sesuai peringkat nilai dan ketentuan jalur penerimaan.

“Ada siswa yang tidak lulus karena ketika di-screenshot dia dalam posisi hijau, padahal saat itu data masih bergerak atau fluktuatif,” kata Syamsul.

Ia menjelaskan, perubahan posisi peserta merupakan konsekuensi dari masuknya pendaftar lain yang memiliki nilai atau prioritas lebih tinggi sehingga menggeser peserta yang sebelumnya berada di batas akhir kuota penerimaan.

“Begitu data terus bergerak, dia akhirnya tergeser ke bawah sehingga statusnya berubah,” ujarnya. (red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *