Dijanjikan Kerja di Turki, TKI Asal Sumbawa Barat Diduga Jadi Korban Penipuan
Sumbawa Barat, barometer99.com – Keluarga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Desa Sepas Sepakat, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat, mengungkap dugaan penipuan dan eksploitasi yang dialami Tiara Salwa. Perempuan tersebut awalnya dijanjikan bekerja di Turki, namun diduga justru diberangkatkan ke Libya dan mengalami perlakuan tidak manusiawi.
Pihak keluarga mengatakan, keberangkatan Tiara difasilitasi seorang sponsor yang menjanjikan penempatan kerja di Turki. Sebelum keberangkatan, keluarga mengaku beberapa kali bertemu langsung dengan sponsor tersebut.
“Awalnya saudara saya izin berangkat merantau ke Turki. Kami juga beberapa kali bertemu dengan sponsor dan memang dijanjikan berangkat ke Turki,” ujar pihak keluarga, Rabu (28/5).
Setelah tiba di Turki, Tiara disebut masih sempat berkomunikasi dengan keluarga. Namun hampir dua pekan kemudian, komunikasi terputus selama tiga hari hingga membuat keluarga panik.
“Di hari keempat, tiba-tiba dia menelepon sambil menangis dan bilang kalau dia diterbangkan ke Libya,” ungkap keluarga.
Selama berada di Libya, Tiara mengaku mengalami perlakuan yang diduga tidak manusiawi dari majikannya. Keluarga menyebut Tiara hanya sekali diberi makan selama tiga hari bekerja.
“Dia bahkan sempat mengirim video sambil menangis, memungut kantong plastik berisi biskuit dari tong sampah,” kata keluarga.
Mengetahui kondisi tersebut, keluarga mengaku telah mendatangi pihak sponsor dan membuat surat perjanjian pemulangan Tiara dengan batas waktu satu bulan. Namun hingga kini, kesepakatan itu disebut belum direalisasikan.
“Kami sudah bertemu sponsor dan membuat surat perjanjian pemulangan satu bulan. Tapi sekarang sudah lewat dua bulan dan belum ada kejelasan,” ujarnya.
Keluarga juga menyebut Tiara telah dua kali melarikan diri dan meminta perlindungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Pada upaya pertama, Tiara disebut dikembalikan lagi ke agen, sedangkan saat ini ia dilaporkan masih berada di KBRI.
“Saudara saya sudah dua kali kabur ke KBRI. Sekarang pelarian yang kedua masih berada di KBRI,” jelas keluarga.
Pihak keluarga berharap pemerintah dan aparat terkait dapat segera mengambil langkah serius untuk memulangkan Tiara ke Indonesia dengan selamat.
Di sisi lain, Ibu dari Tiara mengaku telah mendapat tindak lanjut dari Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) terkait proses pemulangan. Namun, hingga kini mereka menilai belum ada perkembangan berarti.
“Dari bulan 8 sampai bulan 5 dijanjikan anak saya pulang, tetapi sampai sekarang kasusnya sepi lagi. Saya hanya seorang ibu yang memperjuangkan kepulangan anak saya,” kata pihak keluarga. (***).












