Umum  

Anggota DPRD NTB Didi Sumardi Soroti Ambruknya Atap SMAN 7 Mataram

Anggota DPRD NTB Didi Sumardi Soroti Ambruknya Atap SMAN 7 Mataram

Mataram, Barometer99.com- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTB, Didi Sumardi menyoroti ambruknya atap ruangan kelas di SMAN 7 Mataram. Peristiwa tersebut menyebabkan 5 orang siswa yang menjadi korban.

 

Kendati demkian, ia mendesak Pemprov NTB segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi bangunan SMA, SMK, dan SLB di seluruh NTB pasca ambruknya atap ruang kelas di SMAN 7 Mataram.

 

“Langkah evaluasi penting dilakukan terutama pada bangunan sekolah yang sudah berusia tua dan rawan mengalami kerusakan struktural,” bebernya. Ia mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Dinas Dikpora NTB agar pemeriksaan kondisi fisik sekolah dilakukan secara menyeluruh di seluruh kabupaten/kota.

 

“Kita sudah sepakat khususnya bangunan yang masuk kategori lama atau tua harus segera dievaluasi,” ujar Didi Sumardi dari Komisi V DPRD NTB Fraksi Golkar. Ia juga menegaskan, evaluasi tidak boleh berhenti pada insiden di SMAN 7 Mataram saja.

 

Pasca kejadian tersebut, ia menyarankan pada sluruh kepala sekolah diminta aktif melaporkan kondisi bangunan apabila ditemukan kerusakan yang berpotensi membahayakan keselamatan siswa maupun mengganggu proses belajar mengajar.

 

Ia juga meminta Pemprov NTB segera merehabilitasi bangunan yang rusak agar aktivitas belajar siswa tetap berjalan normal, terutama bagi siswa kelas 10 dan 11. “Yang terpenting bagaimana bangunan itu segera diperbaiki sehingga bisa kembali difungsikan,” tegasnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfotk NTB Sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB H. Ahsanul Khalik menjelaskan peristiwa robohnya sebagian bangunan di SMAN 7 Mataram, berdasarkan laporan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga NTB yang turun langsung ke lokasi bersama Kepala Dinas PUPR NTB dan anggota Komisi V DPRD Provinsi NTB. Ia mengatakan

Baca Juga :  Distribusi MBG SPPG Kalipare Putukrejo Berjalan Optimal, Ribuan Siswa Nikmati Menu Bergizi Dua Hari Berturut-turut

bangunan yang ambruk terdiri dari 2 ruang kelas belajar di lingkungan SMAN 7 Mataram.

 

Berdasarkan laporan sementara dari Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga NTB yang berada di lokasi, terdapat 5 orang siswa yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. “Seluruh korban mengalami luka ringan dan lecet. Sebanyak 4 siswa telah kembali ke rumah, sementara 1 siswa masih berada di rumah sakit untuk observasi dan penanganan trauma,” ujarnya.

 

Peristiwa tersebut terjadi saat jam istirahat berlangsung, sehingga sebagian besar siswa berada di luar ruangan kelas. Ia mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, bagian struktur atap mengalami patah pada konstruksi kap sehingga menyebabkan bangunan ambruk. Konstruksi bangunan menggunakan rangka kayu dengan penutup atap berupa genteng beton.

 

Pemerintah Provinsi NTB melalui tim teknis dari Dinas PUPRPKP NTB saat ini sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kejadian serta mengevaluasi kondisi bangunan lainnya di lingkungan sekolah. Ia menjelaskan bangunan yang ambruk merupakan bangunan lama yang dibangun pada tahun 2006 melalui dukungan sumbangan komite sekolah, dan seharusnya termasuk dalam ruang kelas yang direhabilitasi melalui anggaran DAK Tahun 2024.

 

Pemerintah Provinsi NTB juga menyampaikan bahwa SMAN 7 Mataram termasuk sekolah yang sebelumnya mendapatkan program pembangunan ruang kelas melalui DAK Tahun 2024. Namun, dikatakannya, sebagian pembangunan tersebut hingga saat ini belum dapat dimanfaatkan karena masih dalam proses penanganan hukum.

 

Seluruh anggaran program tersebut diketahui telah dibayarkan, namun pembangunan ruang kelas belum terselesaikan sepenuhnya. Apabila pembangunan dapat diselesaikan sesuai perencanaan, para siswa semestinya sudah dapat menggunakan ruang kelas baru yang lebih layak dan aman.

 

Kendati demikian, Gubernur NTB mengarahkan seluruh pihak terkait untuk memprioritaskan penanganan dan pendampingan terhadap para siswa yang terdampak, termasuk memastikan seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi NTB. (red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *