Kunjungan Pasien di RSUD Sondosia Alami Lonjakan, Firman: Sinyal Positif Masyarakat Semakin Percaya Pada Kualitas Pelayanan

Bima, Barometer99.com – Mengawali tahun 2026 dengan semangat perubahan dan penguatan layanan, RSUD Sondosia Kabupaten Bima mencatat lonjakan signifikan jumlah pasien. Peningkatan kunjungan ini menjadi indikator kuat meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pelayanan rumah sakit daerah tersebut.

Direktur RSUD Sondosia, Dr. Firman, MPH, menyampaikan bahwa lonjakan pasien, khususnya pasien anak sejak awal Januari 2026, merupakan hasil dari evaluasi menyeluruh kinerja rumah sakit sepanjang tahun 2025 yang berorientasi pada output dan dampak nyata bagi pelayanan publik.

“Setiap pekerjaan harus menghasilkan output yang terukur dan berdampak langsung bagi pasien. Lonjakan kunjungan ini menjadi sinyal positif bahwa masyarakat semakin percaya kepada RSUD Sondosia,” ujar Dr. Firman, Selasa (13/1/26).

Meningkatnya jumlah pasien anak mendorong manajemen RSUD Sondosia melakukan penyesuaian kapasitas tempat tidur. Upaya penambahan extra bed dinilai belum cukup untuk mengakomodasi kebutuhan layanan.

“Ruang perawatan bedah memiliki kapasitas tempat tidur lebih dari 20 unit, sementara jumlah pasien bedah tidak sebanyak itu. Karena itu, kami memindahkan ruang perawatan anak ke ruangan dengan kapasitas lebih besar agar pelayanan pasien anak lebih optimal,” jelasnya.

Setelah finalisasi Rencana Bisnis Anggaran (RBA) Tahun 2026 pada 5 Januari 2026, RSUD Sondosia menggelar Evaluasi Kinerja Triwulan IV dan Evaluasi Tahunan 2025 yang berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai II Gedung Farmasi.

Menurut Dr. Firman, evaluasi bukan sekadar rutinitas administratif, tetapi menjadi alat strategis untuk memastikan setiap unit kerja berkontribusi nyata bagi organisasi.

“Kita harus mampu menunjukkan output dari pekerjaan yang kita lakukan. Data dan capaian kinerja menjadi dasar untuk menyusun langkah yang lebih tepat, bukan hanya per tahun, tapi juga dari bulan ke bulan bahkan hari ke hari,” tegasnya.

Baca Juga :  Sekolah Gratis Jadi Prioritas, Pemkot Sorong Tegaskan Transparansi Dana BOS Jadi Langkah Strategi Mutu Pendidikan

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025, kinerja RSUD Sondosia Bima meningkat signifikan, baik dari sisi pelayanan, manfaat bagi masyarakat, maupun kinerja keuangan, meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan.

Salah satu indikator utama terlihat pada layanan rawat inap. Dibandingkan tahun 2024, jumlah pasien rawat inap pada tahun 2025 meningkat 69 persen, dari 2.667 pasien menjadi 4.506 pasien. Peningkatan juga terjadi pada layanan IGD dan rawat jalan.

Capaian ini mencerminkan semakin luasnya akses dan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan RSUD Sondosia. Sepanjang 2025, RSUD Sondosia Bima juga mencatat sejumlah capaian strategis, di antaranya: Beroperasinya Bank Darah Rumah Sakit, Pembukaan ruang perawatan bedah, Penyediaan oksigen medis mandiri

Selain itu, pengembangan sumber daya manusia menjadi fokus utama. RSUD Sondosia Bima berhasil menambah tujuh dokter spesialis, yakni Spesialis Penyakit Dalam, Mata, Jantung, Anak, Radiologi, Anestesi, dan Patologi Klinik.

Kehadiran dokter spesialis ini berdampak langsung pada peningkatan pemanfaatan layanan. Klinik Mata tercatat melayani 2.263 kunjungan pasien sepanjang 2025, disusul peningkatan signifikan pada Klinik Penyakit Dalam serta Kebidanan dan Kandungan.

Berdasarkan data, pasien RSUD Sondosia Bima berasal dari berbagai desa dan kecamatan. Desa Sanolo, Tambe, Rasabou, dan Rato menjadi wilayah asal pasien terbanyak. Sementara secara kecamatan, Kecamatan Bolo menyumbang lebih dari 50 persen jumlah kunjungan pasien, disusul Madapangga, Woha, Donggo, dan Soromandi.

Tak hanya dari Kabupaten Bima, pasien juga datang dari wilayah lain seperti Kota Bima, Dompu, hingga luar Provinsi NTB.

Dengan fondasi kinerja yang terus menguat, termasuk dari sisi keuangan, RSUD Sondosia menatap tahun 2026 dengan optimisme tinggi. Evaluasi berbasis data dan keberanian mengambil keputusan strategis menjadi kunci dalam memperkuat peran rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan yang adaptif dan responsif. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *