Umum  

Bamsoet Wakafkan Al Qur’an dan Santuni Ratusan Santri Anak Yatim di Banten, Ingatkan Pentingnya Solidaritas Sosial

Bamsoet Wakafkan Al Qur’an dan Santuni Ratusan Santri Anak Yatim di Banten, Ingatkan Pentingnya Solidaritas Sosial

SERANG, Barometer99.com — Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua DPR RI ke-20, Bambang Soesatyo (Bamsoet), memberikan santunan berupa paket sembako dan wakaf Al-Qur’an kepada 664 anak yatim dan Santri penghafal Al Qur’an di Pondok Pesantren Tahfidh Baitul Quran, Cikande, Serang, Banten. Kegiatan tersebut menjadi wujud kepedulian terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan masyarakat. Bamsoet menegaskan, kepedulian sosial harus terus diperkuat melalui langkah nyata yang mampu meringankan beban keluarga kurang mampu, sekaligus membuka kesempatan bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan dan masa depan yang lebih baik.

“Anak-anak yatim dan dhuafa adalah bagian dari masa depan bangsa yang harus kita jaga bersama. Mereka berhak mendapatkan kasih sayang, pendidikan yang layak, serta kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita,” ujar Bamsoet saat memberikan santunan di Pondok Pesantren Tahfidh Baitul Quran, Cikande, Serang, Banten, Minggu (25/10/26).

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini berharap bantuan sembako dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, sementara pemberian Al-Qur’an menjadi dukungan bagi pendidikan agama dan pembentukan karakter anak-anak. Bamsoet menilai pondok pesantren memiliki peran penting dalam menanamkan nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama sejak usia dini.

“Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, akan sangat berarti apabila mampu menghadirkan kebahagiaan dan meringankan kesulitan mereka. Kita ingin anak-anak terus bersemangat belajar dan percaya bahwa keterbatasan ekonomi tidak boleh mematahkan harapan,” kata Bamsoet.

Ketua Komisi III DPR RI ke-7 dan Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini mengingatkan, persoalan kemiskinan dan keterbatasan akses pendidikan masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama. Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2026 mencatat sekitar 22,93 juta penduduk Indonesia masih hidup dalam kemiskinan. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya memperkuat perlindungan sosial, terutama bagi anak-anak dari keluarga miskin, agar kesulitan ekonomi tidak menghambat pendidikan dan perkembangan mereka.

Baca Juga :  Rapat Dengar Pendapat dengan Panja RUU Kadin Komisi VI DPR RI, Bamsoet Dorong KADIN Sebagai Lembaga Sui Generis Non APBN

“Kondisi ekonomi keluarga seharusnya tidak menjadi penghalang bagi seorang anak untuk bersekolah dan mengembangkan kemampuannya. Pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat perlu memperkuat kerja sama untuk membantu mereka,” tegas Bamsoet.

Dosen Pascasarjana Universitas Borobudur, Universitas Jayabaya, dan Universitas Pertahanan ini mengajak kalangan pengusaha, organisasi sosial, dan masyarakat yang memiliki kemampuan lebih untuk terlibat aktif dalam membantu anak-anak yatim dan dhuafa. Kepedulian tersebut dapat dikembangkan melalui program orang tua asuh, pemberian beasiswa, bantuan kebutuhan pokok, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga. Langkah yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak lebih besar karena membantu mengurangi beban hidup sekaligus membuka jalan bagi anak-anak untuk keluar dari lingkaran kemiskinan.

“Kita berharap anak-anak ini tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak baik, mandiri, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, kepedulian terhadap anak yatim dan dhuafa harus terus dijaga melalui program yang berkelanjutan, sehingga mereka dapat tumbuh dengan baik, memperoleh pendidikan yang layak, dan memiliki masa depan yang lebih cerah,” pungkas Bamsoet. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *