Golkar Buru Bidik Tambahan Kursi di Pemilu 2029, Konsolidasi hingga Desa Jadi Prioritas
Barometer BURU, MALUKU, Barometer99.comn— Partai Golkar Kabupaten Buru mulai memanaskan mesin politik menuju Pemilu 2029. Melalui pelaksanaan Musyawarah Kecamatan (Muscam) VI, partai berlambang pohon beringin itu menargetkan penguatan struktur organisasi hingga tingkat desa sebagai langkah awal menghadapi persaingan politik mendatang.
Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Buru, Muhammad Rum Soplestuny, menegaskan bahwa Muscam bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, melainkan bagian dari konsolidasi untuk memperkuat basis partai dan mempersiapkan strategi menghadapi Pemilu 2029.
“Ini ajang konsolidasi kita untuk membentuk pimpinan kecamatan. Dan selanjutnya kita akan membentuk pimpinan desa atau Pimdes. Ini bagian dari mesin Partai Golkar dalam mempersiapkan konsolidasi menuju 2029,” ujar Soplestuny usai pelaksanaan Muscam.
Menurutnya, penguatan struktur hingga tingkat desa menjadi salah satu pekerjaan penting yang harus diselesaikan agar mesin partai dapat berjalan lebih efektif. Di saat yang sama, Golkar Buru mulai menyiapkan skema politik sembari menunggu regulasi resmi terkait pelaksanaan Pemilu 2029.
Targetnya bukan sekadar bertahan, tetapi menambah perolehan kursi. Soplestuny mengakui, Golkar Buru memiliki optimisme untuk meningkatkan capaian politik pada Pemilu 2029.
Jika sebelumnya partai tersebut memiliki tiga kursi di DPRD Kabupaten Buru, ke depan Golkar menargetkan peningkatan menjadi empat hingga lima kursi. “Tidak harus langsung delapan kursi. Paling tidak, kita bisa naik dari tiga menjadi empat atau lima kursi,” ungkapnya.
Target tersebut menjadi tantangan bagi Golkar untuk membuktikan bahwa konsolidasi organisasi benar-benar berdampak terhadap kekuatan politik di lapangan. Sebab, pembentukan kepengurusan hingga tingkat desa perlu diikuti kerja politik yang terukur, loyalitas kader, serta kemampuan menjawab kebutuhan masyarakat.
Soplestuny juga mengingatkan seluruh pimpinan kecamatan agar menjalankan tugas dan tanggung jawab kepartaian secara konsisten. Menurutnya, soliditas pengurus menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kekuatan partai menghadapi kontestasi politik mendatang.
Sementara itu, Sekretaris Pemenangan Pemilu Buru dan Buru Selatan, Maudi Buton, yang mewakili Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Maluku, menegaskan bahwa Muscam harus menghasilkan lebih dari sekadar kepengurusan baru.
Ia menilai forum tersebut perlu melahirkan gagasan, ide, serta rekomendasi yang dapat menjadi bahan evaluasi dan arah kebijakan partai, baik secara internal maupun eksternal.
“Musyawarah bukan sekadar tuntutan organisasi. Yang terpenting, momentum ini melahirkan gagasan dan ide-ide yang dituangkan dalam bentuk rekomendasi internal maupun eksternal,” kata Maudi.
Ia juga menyampaikan bahwa instruksi DPP Partai Golkar menekankan konsolidasi menyeluruh yang ditargetkan rampung pada Desember. Konsolidasi tersebut menjadi bagian dari persiapan partai menghadapi Pemilu 2029.
Maudi menegaskan optimisme Golkar untuk tetap memiliki keterwakilan di DPR RI maupun DPRD Provinsi Maluku pada pemilu mendatang.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa agenda konsolidasi Golkar tidak hanya berorientasi pada penguatan organisasi di tingkat kabupaten, tetapi juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi persaingan politik pada berbagai tingkatan legislatif.
Dalam pelaksanaan Muscam VI tersebut, turut hadir Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Golkar, Iksan Tinggapi, serta Sekretaris DPD II Partai Golkar Kabupaten Buru, Jaidun Saanun.
Dengan target peningkatan kursi DPRD dari tiga menjadi empat atau lima, tantangan Golkar Buru kini terletak pada kemampuan menerjemahkan konsolidasi struktural menjadi kekuatan elektoral. Seberapa solid mesin partai hingga tingkat desa akan menjadi salah satu faktor yang menentukan pencapaian target politik mereka pada 2029. (*)












