Kodam II/Sriwijaya Targetkan 500 Sumur Bor, 20 Titik Mulai Dikerjakan di Banyuasin, Muara Enim, dan OKI

Kodam II/Sriwijaya Targetkan 500 Sumur Bor, 20 Titik Mulai Dikerjakan di Banyuasin, Muara Enim, dan OKI

Sumsel, Barometer99.com – Menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah rawan, Kodam II/Sriwijaya bergerak cepat dengan langkah nyata dan terukur.

Salah satu upaya strategis yang dilakukan adalah pembangunan 500 titik sumur bor yang diproyeksikan tersebar di wilayah-wilayah yang memiliki tingkat kerawanan Karhutla.
Saat ini, 20 titik sumur bor telah mulai diproses pengerjaannya, termasuk di wilayah Banyuasin, Muara Enim, dan Ogan Komering Ilir (OKI). Pembangunan tersebut menjadi bagian dari langkah preventif dan responsif TNI dalam memperkuat ketersediaan sumber air sekaligus mendukung kesiapsiagaan menghadapi ancaman Karhutla.

Tidak mudah mewujudkan sumber air di lapangan. Prajurit TNI bersama masyarakat harus bekerja menghadapi berbagai tantangan medan, termasuk kondisi tanah yang sulit dan lapisan batu keras. Siang dan malam, pekerjaan terus dikebut agar setiap titik sumur bor dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung operasi penanggulangan Karhutla.

Pembangunan sumur bor bukan sekadar menghadirkan titik air baru. Ini merupakan investasi ketahanan wilayah, khususnya dalam menghadapi ancaman Karhutla yang setiap tahun berpotensi mengganggu lingkungan, kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, serta keamanan wilayah.

Dengan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat, Kodam II/Sriwijaya berkomitmen mempercepat pembangunan seluruh titik sumur bor yang telah ditargetkan. Setiap sumber air yang berhasil dibangun diharapkan menjadi kekuatan nyata di lapangan untuk mempercepat pemadaman, memperluas kemampuan respons, dan mencegah kebakaran berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

Langkah ini menegaskan bahwa penanganan Karhutla tidak cukup hanya dilakukan ketika api telah berkobar. Pencegahan harus dimulai dari kesiapan sumber daya, salah satunya ketersediaan air.

Baca Juga :  Jembatan Perintis Dibangun, Harapan Baru bagi Mobilitas Masyarakat

Dengan target 500 titik sumur bor, Kodam II/Sriwijaya menunjukkan komitmen untuk hadir lebih awal, bergerak lebih cepat, dan bekerja bersama masyarakat dalam menjaga hutan, lahan, dan keselamatan masyarakat Sumatera Selatan.

Cegah sebelum terbakar, siapkan sumber air sebelum api datang. Bersama TNI dan masyarakat, Sumatera Selatan siap menghadapi ancaman Karhutla.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *