Umum  

Kiai Sepuh Usulkan AHWA Dipilih Langsung dalam Rapat Pleno

Kiai Sepuh Usulkan AHWA Dipilih Langsung dalam Rapat Pleno

Jombang. Barometer99.com — Rais Syuriah PCNU Kabupaten Garut, KH Amin Muhyiddin Maolani, menyoroti mekanisme pemilihan sembilan nama calon anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).

Menurut KH Amin, mekanisme yang mengharuskan peserta muktamar menyerahkan sembilan nama calon AHWA secara tertulis untuk kemudian dimasukkan ke dalam kotak berpotensi menimbulkan keraguan, terutama terkait transparansi dan pengamanan kotak tersebut.

“Di registrasi, peserta diminta menyerahkan sembilan nama calon AHWA secara tertulis, kemudian dimasukkan dalam kotak. Kita kan tidak tahu siapa yang memegang kunci untuk membuka atau mengunci kotak. Memang kotaknya dikunci. Pertanyaannya, kuncinya dipegang siapa?” kata KH Amin. Jum’at (28/08/2026).

Ia menilai kondisi tersebut semestinya menjadi perhatian karena setiap mekanisme pemilihan harus dapat memastikan proses berlangsung transparan dan dapat dipercaya seluruh peserta.

“Makanya, tetap ada kemungkinan-kemungkinan kecurangan yang bisa terjadi dalam proses memasukkan nama ke dalam kotak,” ujarnya.

KH Amin mengatakan, mekanisme pemilihan AHWA sebenarnya dapat dilakukan secara jauh lebih sederhana. Menurutnya, peserta cukup menuliskan sembilan nama ulama calon anggota AHWA dalam rapat pleno, kemudian menyerahkannya langsung kepada panitia untuk dihitung secara terbuka.

“Dalam setiap pemilihan, sebenarnya apa susahnya kalau pada waktunya, dalam rapat pleno, kita menulis sembilan nama ulama calon anggota AHWA, kemudian langsung diberikan kepada panitia? Itu sebenarnya sederhana,” katanya.

Ia juga mengaku mengalami sendiri proses yang dinilainya terlalu panjang dan berbelit. KH Amin datang bersama rombongan, bahkan mengawal dua bus peserta. Namun, karena sebagian rombongan datang lebih awal, ia harus menunggu peserta lainnya.

Atas kondisi tersebut, KH Amin mengaku kecewa. Ia berharap proses pemilihan dalam forum tertinggi NU tersebut dapat mengedepankan kesederhanaan, transparansi, serta menghormati aspirasi para kiai.

Baca Juga :  Masjid Jamik Plaju Ilir Gelar Lomba Edukasi Keagamaan hingga Sediakan Fasilitas Ramah Tamah

KH Amin menegaskan bahwa mekanisme yang lebih sederhana sebenarnya sangat memungkinkan dilakukan. Para Rais dan kiai cukup dikumpulkan, kemudian masing-masing menuliskan sembilan nama ulama yang telah ditetapkan sebagai calon anggota AHWA.

Menurut KH Amin, proses yang sederhana justru akan mengurangi potensi kecurangan sekaligus meningkatkan kepercayaan peserta terhadap hasil pemilihan.

“Artinya, menurut saya, tidak ada political will atau kemauan politik yang kuat dari panitia untuk kemudian mengakomodasi usulan para kiai sepuh,” katanya. (Efendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *