Barometer99.com, BOGOR – Kisah hidup Heni Yawati (58), asisten rumah tangga asal Bogor yang buta huruf, berubah. Perempuan yang bekerja sejak usia 9 tahun itu kini diberangkatkan umroh gratis oleh Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.
Keberangkatan Bi Heni, sapaan akrabnya, difasilitasi melalui Program Wisata Religi “Umroh Presisi” yang digagas Komunitas Masyarakat Pecinta Polisi Indonesia (MPPI).
“Saya tidak pernah menyangka bisa ke Tanah Suci. Ini benar-benar di luar nalar,” ujar Bi Heni haru, Senin (17/8/2026).
Bekerja Sejak SD Demi Adik-adik
Perjuangan Bi Heni dimulai saat duduk di kelas 2 SD. Setelah ayahnya menikah lagi, ia terpaksa putus sekolah untuk menghidupi adik-adiknya.
Pekerjaan pertamanya adalah buruh cuci gosok dengan upah nasi bungkus.
Di usia 15 tahun, ia menikah. Meski pendidikannya terhenti, Bi Heni berjanji menyekolahkan keempat anaknya hingga lulus SMA. Janji itu ditepati.
Ujian lain datang ketika suaminya sakit ginjal dan harus cuci darah selama 2 tahun. Karena keterbatasan biaya, Bi Heni merawatnya dengan ramuan tradisional sambil berdoa di sepertiga malam.
“Saya mohon Ya Allah, anak saya masih kecil-kecil, jangan sampai tidak punya bapak. Sembuhkanlah suami saya,” kenangnya. Atas izin Allah SWT, suaminya akhirnya sembuh.
Kado Umroh di Hari Ulang Tahun
Tepat di hari ulang tahunnya yang ke-58 dan bertepatan dengan HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus, Bi Heni menerima kabar gembira. Ia akan diberangkatkan umroh gratis oleh Kapolri.
“Sehari-hari masih kekurangan untuk makan. Suami juga sudah tidak bekerja. Tapi ada mukjizat dari Allah SWT, saya bisa berangkat umroh lewat kebaikan Pak Kapolri,” tuturnya.
Bi Heni dijadwalkan berangkat pada 2 September 2026 hingga 11 September 2026.
Program “Umroh Presisi” ini menjadi salah satu bentuk kepedulian Kapolri kepada masyarakat dari berbagai kalangan, termasuk pekerja rumah tangga.
Semoga perjalanan ibadahnya lancar dan menjadi umroh yang mabrur. Aamiin. (Red)












