Polda Sumsel Perkuat Sinergi Kepala Desa Cegah Karhutla dan Salurkan Bansos di OKI

Polda Sumsel Perkuat Sinergi Kepala Desa Cegah Karhutla dan Salurkan Bansos di OKI

OGAN KOMERING ILIR, Barometer99.comb– Polda Sumatera Selatan terus memperkuat langkah preventif dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan mengedepankan sinergi bersama pemerintah desa, unsur Forkopimcam, dan masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan silaturahmi, sosialisasi mitigasi Karhutla, sekaligus penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat di Desa Mukti Sari, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut menjadi bagian dari strategi Polda Sumsel dan jajaran dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat agar potensi Karhutla dapat dicegah sejak dini. Pelibatan kepala desa dinilai penting karena pemerintah desa memiliki peran strategis dalam menggerakkan masyarakat serta memperkuat pengawasan lingkungan di tingkat desa.

Dalam kegiatan tersebut, jajaran Polres OKI melaksanakan tatap muka dan silaturahmi bersama para kepala desa se-Kecamatan Lempuing Jaya yang didampingi unsur Forkopimcam. Selain menyampaikan edukasi mengenai bahaya dan dampak Karhutla, kepolisian juga menyerahkan bantuan sosial secara simbolis kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran Polri di tengah warga.

Dialog bersama masyarakat kemudian diarahkan pada pentingnya mencegah pembukaan lahan dengan cara membakar. Warga juga diajak untuk bersama-sama menjaga lingkungan, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi titik api, serta segera berkoordinasi dengan aparat apabila menemukan indikasi kebakaran hutan maupun lahan.

Langkah tersebut tidak hanya berorientasi pada pencegahan bencana ekologis, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Pencegahan Karhutla secara bersama-sama diharapkan mampu meminimalkan dampak terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan, aktivitas ekonomi, hingga kelancaran kehidupan sosial di wilayah Sumatera Selatan.

Kapolres Ogan Komering Ilir AKBP Eko Rubiyanto, S.H., S.I.K., M.H. menegaskan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan komitmen dan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa, aparat keamanan hingga masyarakat.

Baca Juga :  Dari Tradisi ke Lapangan Hijau, TNI Dukung Kebersamaan di Bersih Desa Trenggalek

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif serta tidak membuka lahan dengan cara membakar demi kelestarian lingkungan dan keselamatan bersama,” ujar AKBP Eko Rubiyanto.

Menurutnya, sinergi dengan pemerintah desa menjadi salah satu kekuatan penting dalam membangun kesadaran masyarakat. Edukasi yang dilakukan secara langsung di tengah warga diharapkan dapat memperkuat kepedulian bersama sekaligus mendorong masyarakat menjadi bagian aktif dalam pencegahan Karhutla.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menyampaikan apresiasi terhadap langkah jajaran Polres OKI yang terus mengedepankan upaya preventif dan pendekatan langsung kepada masyarakat dalam menghadapi potensi Karhutla.

“Kami mengapresiasi jajaran Polres OKI yang terus membangun sinergi bersama pemerintah desa dan masyarakat. Polda Sumsel berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi terciptanya keamanan, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat, termasuk dalam penanggulangan potensi bencana Karhutla di wilayah Sumatera Selatan,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya.

Kabid Humas menambahkan, pencegahan Karhutla membutuhkan kepedulian bersama dan tidak dapat hanya mengandalkan penanganan ketika kebakaran telah terjadi. Karena itu, edukasi, deteksi dini, penguatan koordinasi, serta keterlibatan masyarakat menjadi langkah penting untuk membangun sistem pencegahan yang berkelanjutan.

Melalui penguatan sinergi tersebut, Polda Sumsel bersama seluruh jajaran berkomitmen menghadirkan pola penanganan Karhutla yang lebih mengedepankan pencegahan, kolaborasi, dan partisipasi masyarakat. Dengan demikian, keamanan wilayah, kelestarian lingkungan, serta aktivitas masyarakat dapat tetap terjaga, khususnya dalam menghadapi potensi peningkatan risiko Karhutla pada musim kemarau.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, lancar, dan kondusif serta mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *