Mendagri Dorong Penguatan UMKM dan Pasar Produk Halal untuk Perkuat Ekonomi Daerah

Mendagri Dorong Penguatan UMKM dan Pasar Produk Halal untuk Perkuat Ekonomi Daerah

Tanjungpinang, Barometer99.com – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya penguatan peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta perluasan pasar produk halal guna memperkuat perekonomian daerah.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Kepulauan Riau Ramadan Fair yang digelar di halaman Gedung Dekranasda, Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Menurut Mendagri, penguatan UMKM dan pengembangan pasar produk halal sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memanfaatkan peluang pasar yang terus berkembang, baik di tingkat nasional maupun global.

Ia menjelaskan, Indonesia memiliki potensi kerajinan tangan yang sangat beragam dan bahkan termasuk yang terbesar di dunia. Potensi tersebut perlu terus dimaksimalkan agar mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

“Produk kerajinan lokal tidak boleh lagi dipandang sekadar sebagai benda biasa, tetapi harus dilihat sebagai bagian dari sektor ekonomi kreatif yang memiliki daya saing tinggi di pasar global,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti fakta bahwa produsen produk halal terbesar di dunia saat ini justru didominasi oleh negara-negara yang bukan mayoritas muslim seperti China dan Brazil. Karena itu, Indonesia harus mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen produk halal, bukan sekadar menjadi pasar konsumsi.

Mendagri juga mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau yang dinilai berhasil memanfaatkan kedekatan geografis dengan Singapore sebagai salah satu tujuan ekspor produk daerah.

Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya pemerataan ekonomi antara kawasan yang sudah maju dengan wilayah kepulauan terluar agar pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Mendagri turut mengapresiasi inovasi Bank Indonesia melalui sistem pembayaran digital QRIS. Menurutnya, sistem ini memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan guna mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca Juga :  Wali Kota Sorong Turun Tangan Atasi Aksi Pemalangan Petugas Sampah Berakhir Kondusif

Salah satu gagasan yang disampaikan adalah merancang sistem pembayaran daring yang memungkinkan pajak konsumen dari sektor hotel dan restoran dapat langsung masuk ke kas daerah tanpa menambah beban masyarakat.

Ia berharap kegiatan Kepulauan Riau Ramadan Fair dapat terus diselenggarakan secara rutin. Selain menjadi sarana interaksi masyarakat, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi di daerah sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *