Satresnarkoba Polres Batu Berhasil Amankan Dua Pecandu Okerbaya, Kedapatan Bawa 105 Pil Yarindo

Kasatresnarkoba Polres Batu, Iptu Bobby Abadi Rustam, S.H., M.M., didampingi KBO Satresnarkoba Polres Batu, Ipda Hendri Setiawan, S.H. di ruang gelar perkara

Kota Batu, Barometer99.com – Kasus dua pemuda yang diamankan Satlantas Polres Batu karena kedapatan membawa Okerbaya 105 butir jenis Yarindo pada akhirnya terungkap.

Belakangan keduanya diketahui ternyata bukan pengedar, melainkan pecandu berat Okerbaya.

Kasatresnarkoba Polres Batu, Iptu Bobby Abadi Rustam, S.H., M.M., menjelaskan dua orang tersebut berinisial WA (25) warga Pandaan dan WS (30) warga Pasuruan.

Keduanya sebelumnya diamankan Kasatlantas Polres Batu, pada saat terjadi kejar-kejaran tanpa dilengkapi TNKB dan helm di Jalan Brantas, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu.

“Setelah kita dalami, keduanya kedapatan membawa Okerbaya jenis pil Yarindo yaitu jenis obat keras sebanyak 105 butir,” terangnya kepada awak media di ruang gelar perkara Satresnarkoba, pada Selasa (6/10/2026).

Menurutnya, berdasarkan dari hasil pendalaman, Okerbaya tersebut dibeli melalui media sosial di wilayah Pandaan.

“Hasil pemeriksaan juga memastikan keduanya tidak masuk dalam jaringan pengedar narkoba.Mereka mendapatkannya dengan cara membeli melalui media sosial di Pandaan. Keduanya tidak masuk dalam jaringan pengedar, namun sebagai pecandu,” tegasnya.

Fakta mencengangkan terungkap dari pengakuan WA dan WS. Pasalnya, menurut keterangan dari yang bersangkutan keduanya sudah dalam tahap ketergantungan berat.

Sehari Konsumsi 8-12 Butir Pil Yarindo

“Mereka termasuk ketergantungan dengan tingkat pemakaian yang cukup tinggi. Sehari bisa mengkonsumsi 8 hingga 12 butir pil Yarindo,” ungkapnya.

Karena statusnya sebagai korban penyalahgunaan, bukan pengedar, Satnarkoba Polres Batu mengambil langkah humanis dengan berkoordinasi bersama BNN Kota Batu.

“Kami memanggil orang tua dan berkoordinasi dengan BNN Kota Batu untuk dilakukan
Asesmen,” katanya.

Baca Juga :  Panglima Armada III Pimpin Serah Terima Jabatan Strategis Koarmada III

BNN Rekomendasikan Rehabilitasi

Saat ini keduanya telah diserahkan ke Yayasan Nawasena Arsa Indonesia di Lawang untuk mulai menjalani program rehabilisasi.

“Ya, yang bersangkutan sudah mulai menjalani rehabilitasi, agar tidak kecanduan lagi,” paparnya.

Tak lupa, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk menjauhi akan bahaya terhadap narkoba dan obat keras.

“Kami imbau masyarakat lebih bijak dan mau belajar tentang bahaya narkoba. Tanpa dipelajari kita tidak akan tahu bahayanya, jenisnya seperti apa, warnanya seperti apa. Sehingga ketika ada seseorang yang memberikan, kita bisa mengetahuinya dan bisa menolak,” pungkasnya.

Eko Ratri Iswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *