Presiden Prabowo Peringati Hari Buruh 2026 di Monas Bersama 400 Ribu Pekerja

Presiden Prabowo Peringati Hari Buruh 2026

Jakarta, Barometer99.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memperingati Hari Buruh Internasional bersama sekitar 400 ribu buruh dari berbagai daerah di Indonesia di kawasan Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa berbagai kebijakan pemerintah dalam satu tahun terakhir diarahkan untuk membela kepentingan seluruh rakyat Indonesia, khususnya kaum buruh.

Sejumlah kebijakan strategis yang telah diambil pemerintah antara lain penetapan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional sebagai bentuk penghormatan atas perjuangannya bagi hak-hak buruh.

Selain itu, pemerintah juga mengesahkan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) setelah penantian lebih dari dua dekade, guna memberikan kepastian dan perlindungan hukum bagi pekerja rumah tangga.

Pemerintah turut meratifikasi Konvensi International Labour Organization (ILO) untuk Awak Kapal Perikanan melalui Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2026, yang bertujuan meningkatkan perlindungan, keselamatan kerja, dan kesejahteraan bagi para awak kapal.

Tak hanya itu, Presiden juga menandatangani Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 untuk memperkuat perlindungan bagi pengemudi transportasi online serta pekerja di sektor digital.

Upaya lain yang dilakukan pemerintah adalah menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2026 tentang pembentukan Satuan Tugas Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gelombang pemutusan kerja.

Dalam pidatonya, Presiden menyampaikan penghormatan kepada para pekerja atas dedikasi dan perjuangan mereka dalam menghidupi keluarga serta membangun bangsa.

“Saya menyadari, saya merasakan, dan saya menghormati perjuangan saudara-saudara. Seorang yang bekerja dengan badannya, dengan keringatnya, dengan tangannya, dia adalah seorang yang mulia, seorang bekerja dengan halal,” ujar Presiden.

Ia juga menekankan bahwa para pekerja, petani, dan nelayan merupakan kelompok masyarakat yang memiliki kejujuran dan ketulusan dalam menjalani kehidupan, meskipun menghadapi berbagai tantangan ekonomi.

Baca Juga :  Duduk Bersama Forkopimda Se-Sumatera Utara, Mendagri: Percepatan Pemulihan Pascabencana Prioritas Utama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *