Umum  

Pastikan Harga Gula Dikonsumen, Ketua APTR Lumajang Pantau Harga Gula Disejumlah Pasar

Pastikan Harga Gula Dikonsumen, Ketua APTR Lumajang Pantau Harga Gula Disejumlah Pasar

Lumajang. Barometer99.com – Dari Hasil Sidak di sejumlah titik penjualan gula pasir oleh Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR) Lumajang Provinsi Jawa Timur seperti di Roxy Jember, beberapa lokasi Indomart, Alfamart serta toko tradisional yang ada di Kabupaten Jember dan Kabupaten Lumajang untuk harga eceran gula kemasan 1 kilogram di tingkat konsumen masih ada di HET yang di terapkan oleh pemerintah sebesar Rp 17.500,_ perkilogram.

Hal ini disampaikan Plt Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR) Lumajang H., Edi Darsono seusai memantau langsung ke di sejumlah penjualan sembako yang ada di Kabupaten Jember dan Kabupaten Lumajang. Minggu (31/05/2026).

Dalam perjalanan giling tahun 2026 yang sudah berlangsung di beberapa Pabrik Gula (PG) salah satunya di PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) PG Djatiroto hingga saat ini belum ada informasi ketulusan soal HPP atau HAP oleh Menteri Perdagangan, padahal kabar tersebut sangat diharapkan oleh para petani tebu.

“HPP atau HAP Gula Produsen Keputusannya masih menunggu Bapak Menteri yang berkepentingan karena masih menunaikan Ibadah Haji,” kata pria yang kelahiran di Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang.

Edi Darsono juga menyampaikan soal penjualan gula milik petani dalam lelang terahir terjual dengan harga Rp 15.551,_ perkilogram, harga tersebut diharapkan terus menguat seiring dengan pemenuhan gula dalam negeri dan memperketat bocornya gula rafinasi ke pasaran.

“Alhamdulillah lelang kemarin Selasa 26 Mei 2026 gula PTR PG Djatiroto deal dengan harga Rp 15.551,_ perkilogram,” ucapnya kepada Efendi reporter Elshinta.

Masih disampaikan Edi Darsono, pihaknya pemperjuangkan harga jual gula milik petani terus disuarakan dengan adanya kepengurusan sebagai Pembina H. Arum Sabil, S.P., S.H. dan selaku Ketua Umum H. Fahrudin

Baca Juga :  Uji Sidang Terbuka Doktoral Ilmu Kepolisian PTIK tentang Bahaya Radikalisme di Tubuh Polri, Bamsoet Dorong Penguatan Ideologi di Polri

“Dari kepengurusan organisasi kami di bawah Pembina H. Arum Sabil dan Ketum H. Fahrudin meminta HPP / HAP gula produsen sebesar Rp 15.500,_ hasil Rakor di Semarang beberapa waktu yang lalu,” ucapnya lagi.

Mewujudkan program Presiden Prabowo Subianto dalam ketahanan pangan, Edi Darsono berharap mencapai swasembada gula Nasional yang berkelanjutan agar pemerintah memperhatikan petani tebu baik dalam operasional saat ini yang naik 10 – 15 % dan pupuk non subsidi naik hampir 80 %, keadaan sekarang petani memikul beban berat. Jika harga tebu atau rendemen untuk petani tidak di sesuaikan dengan krus pengeluarannya.

Sementara ini harga tebu saat ini masih di kisaran Rp 65.000 perkwuintal, yang layak sebenarnya di kisaran Rp 70.000 perkwuintal . Di samping harga sewa lahan yang naik pula. Dan tidak kalah pentingnya untuk harga tetes di kembalikan seperti tahun 2024 sekitar Rp 2.500,_ perkilogram untuk mendongkrak pendapatan dari petani pebu. (Efendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *