Umum  

Kolaborasi PPNI Lumajang Dan KERIS Bangun Resiliensi Warga HUNTAP Melalui Edukasi Pendampingan Berbasis Komunitas

Kolaborasi PPNI Lumajang Dan KERIS Bangun Resiliensi Warga HUNTAP Melalui Edukasi Pendampingan Berbasis Komunitas

Lumajang, Barometer99.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Lumajang Jawa Timur berkolaborasi dengan Kelompok
Riset (KERIS) Fakultas Keperawatan Universitas Jember (UNEJ). Menyelenggarakan kegiatan bakti sosial pada hari Jum’at tanggal sepuluh Juli yang bertajuk “Peningkatan Resiliensi Warga HUNTAP Melalui Edukasi dan Pendampingan Berbasis
Komunitas.”

Kegiatan yang berkolaborasi tersebut berada di Gedung Restorative Justice HUNTAP Bumi Semeru Damai, Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

Ketua DPD PPNI Kabupaten Lumajang sekaligus Ketua Kelompok Riset DENSUS Program Studi D-III Keperawatan Universitas Jember, Dr. Ns. H. Suhari, S.Per.Pen., M.M., menyampaikan kegiatan yang melibatkan melibatkan 15 dosen dan 20 mahasiswa sebagai bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi sekaligus pengabdian profesi keperawatan kepada masyarakat.

“Program ini berangkat dari kepedulian terhadap kebutuhan penguatan kapasitas
warga HUNTAP agar semakin tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan pascabencana, baik dari aspek kesehatan, sosial, psikologis, maupun pemberdayaan ekonomi,” kata sang Doktor kepada media www.barometer99.com, hari Senin (13/07/2026).

Masih disampaikan dosen Fakultas Keperawatan UNEJ di Kabupaten Lumajang diharapkan melalui sinergi berbagai pihak, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun masyarakat HUNTAP yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing.

Berbagai kegiatan edukatif dan pemberdayaan dilaksanakan secara terpadu, meliputi senam
bersama, pemeriksaan kesehatan gratis, edukasi kesehatan bagi kelompok remaja dan ibu-ibu, pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi masyarakat awam, serta edukasi pengelolaan stres sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kesehatan mental masyarakat. Selain itu, di lokasi kegiatan juga telah disediakan berbagai literatur dan bahan bacaan edukatif yang dapat dimanfaatkan warga secara berkelanjutan sebagai pusat belajar komunitas.

Baca Juga :  Dandim Sleman Dampingi Forkopimda Tinjau Hasil TMMD

Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu mendukung proses pembelajaran masyarakat secara mandiri serta
memperkuat budaya hidup sehat, tangguh, dan saling peduli di lingkungan HUNTAP.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Rektor Universitas Hafshawaty Zainul Hasan (UNHASA), BAZNAS Kabupaten
Lumajang, Kepala Desa Sumbermujur, dan UPT Puskesmas Penanggal, yang menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung penguatan kapasitas masyarakat melalui kolaborasi lintas
sektor.

Dr. Ns. H. Suhari menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas antara organisasi profesi, pemerintah, dan perguruan tinggi. Kedepan, DPD PPNI Kabupaten Lumajang berkomitmen mengajak berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur untuk melaksanakan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat secara berkelanjutan dengan memanfaatkan Gedung Restorative Justice HUNTAP Bumi Semeru Damai sebagai pusat kegiatan komunitas.

“Keinginan dan harapan kami dikemudian hari ada kegiatan berkelanjutan kolaborasi yang lebih luas antara organisasi profesi, pemerintah, dan perguruan tinggi. Keberadaan Gedung Restorative Justice HUNTAP benar-benar dimanfaatkan dan bermanfaat,” ucap aba Suhari.

Gedung Restorative Justice fasilitas tersebut bukan hanya akan memperkuat eksistensinya sebagai ruang kolaborasi masyarakat, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata berupa peningkatan ketangguhan warga, pengembangan potensi ekonomi lokal, serta lahirnya berbagai inovasi pemberdayaan berbasis komunitas.

Dengan dukungan yang berkesinambungan, HUNTAP Bumi
Semeru Damai diharapkan berkembang menjadi kawasan yang tangguh, mandiri, serta menjadi desa percontohan dan destinasi edukasi kebencanaan yang mampu menarik perhatian berbagai
institusi untuk terus berkontribusi dalam pembangunan masyarakat. (Efendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *