Ketua PPNI Lumajang: Kegiatan Di Huntap Merupakan Pengabdian Dan Riset, Diharapkan Mampu membangun Ketangguhan Bencana
Lumajang. Barometer99.com – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Lumajang Jawa Timur Dr. H. Suhari, A.Per.Pen., M.M., menyampaikan kegiatan yang digelar pada hari Jum’at 24 September 2026 di Hunian Tetap (Huntap) Desa Sumbermujur Kecamatan Candipuro merupakan pengabdian dan reset yang melibatkan dosen Keperawatan Universitas Jember (UNEJ) kampus Lumajang. Materi kegiatan tidak hanya seputar tip menjaga kebersihan kesehatan seperti contoh langkah-langkah perawatan luka, namun juga diberikan pemahaman terkait kewaspadaan ketangguhan dari ancaman bencana alam Gunung Semeru.
Ratusan warga yang diundang diharapkan dapat menjadi motivator di lingkungan masing-masing, sehingga materi yang disampaikan oleh narasumber tidak hanya berhenti pada peserta yang diundang. Pelaksanaan yang dilihat langsung tamu dosen dari Faculty of Nursing Roi Et Rajabhat University, Thailand suatu kebanggan tersendiri bagi lembaga PPNI, dosen dan mahasiswa karena dapat menambah sain mereka.
Haji Suhari juga menyampaikan kedatangan tamu di fakultas keperawatan UNEJ di Lumajang dosen dari negeri Gajah Putih ada dua agenda yang di emban yang di kampus salah satu kegiatan berupa hospital visit, sementara kegiatan di Huntap bertemu dengan masyarakat penyintas yang dihadiri Asst. Prof. Jumrusluk Charoensaen, RN., M.N.S., selaku Dekan Faculty of Nursing Roi Et Rajabhat University, Thailand. Asst. Prof. Jumrusluk Charoensaen, RN., Dr., PH. Vice Deam Faculty of Nursing Roi Et Rajabhat University Thailand.
Suhari berharap lembaga pendidikan atau instansi dapat berkontribusi dalam meningkatkan ketangguhan ancaman bencana alam Semeru. Kehidupan masyarakat di Huntap juga mempertanyakan penguatan kebersihan dan perekonomian.
Kata Haji Suhari dalam waktu dekat ada beberapa universitas yang akan melakukan pengabdian masyarakat, semakin sering masyarakat penyintas Semeru di berikan pemahaman soal kebencanaan dan pelatihan lainnya akan semakin mapan SDM nya.
“Insyaallah dalam waktu dekat dari Universitas Brawijaya, Universitas Keperawatan Malang, dan Universitas Widiya Gama di Malang, selain itu menyusul dari Universitas Airlangga Surabaya, Universitas Muhammadiyah Surabaya untuk melakukan riset dan pengabdian masyarakat,” ucap Haji Suhari.
Sang Doktor berharap masyarakat Huntap dapat menyerap materi yang diberikan, karena tujuan dari mereka ingin berkontribusi dalam mewujudkan ketanggungan menghadapi ancaman bencana. (Efendi)












