Kasus Pembacokan di Waworada hingga Tewas, Polisi Sebut Dugaan Awal Motif Asmara
Bima, Barometer99.com- Kasus pembacokan yang menewaskan seorang pemuda asal Desa Waworada, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), terjadi pada Minggu dini hari, 16 Agustus 2026.
Korban berinisial HK alias Erik (24) meninggal dunia setelah mengalami luka akibat serangan senjata tajam yang diduga dilakukan HA (30). Peristiwa nahas itu berlangsung sekitar pukul 01.30 Wita di pekarangan rumah Salahudin, Dusun Oi Fonu, Desa Rupe, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima.
Kapolsek Langgudu Ipda Suhaely menjelaskan, kejadian bermula ketika korban bersama rekannya, Refan, berboncengan dari Desa Waworada menuju Desa Rupe untuk mengantar seorang perempuan. Setibanya di Desa Rupe, korban kemudian sempat duduk bersama Fira Rahayu Ningsi di rumah seorang perempuan bernama Nur.
Setelah beberapa waktu, HK bersama rekannya bersiap kembali menuju Desa Waworada. Namun, ketika baru keluar dari pagar rumah tersebut, korban diduga dihampiri HA.
“Ketika hendak pulang kembali ke Desa Waworada dan baru keluar dari pagar rumah, HK tiba-tiba didatangi HA yang kemudian menyerangnya menggunakan senjata tajam,” ujar Ipda Suhaely.
Usai diserang, korban sempat berusaha melarikan diri dari lokasi. Namun, luka yang dialaminya cukup parah sehingga HK akhirnya terjatuh di pekarangan rumah.
Polisi yang menerima informasi terkait peristiwa tersebut langsung melakukan penanganan dan penyelidikan. Berdasarkan keterangan awal dari sejumlah saksi, dugaan keterlibatan sebagai pelaku utama mengarah kepada HA.
“Berdasarkan keterangan awal dari sejumlah saksi, terduga pelaku utama mengarah ke HA,” kata Suhaely.
Setelah identitas terduga pelaku diketahui, tim gabungan Polsek Langgudu dan Polres Bima Kota melakukan upaya penangkapan.
Untuk menghindari potensi benturan antara kelompok warga Desa Waworada dengan pihak keluarga atau kelompok terduga pelaku, polisi menempuh pendekatan persuasif melalui keluarga HA.
Upaya tersebut membuahkan hasil. HA akhirnya berhasil diamankan ketika berada di ujung Desa Rupe. Demi menjaga situasi tetap kondusif, polisi kemudian mengevakuasi HA menuju Mapolres Bima Kota melalui jalur Sape.
“Untuk mengantisipasi benturan antara kelompok warga Desa Waworada dengan pihak pelaku, HA dievakuasi menuju Mapolres Bima Kota melalui jalur Sape,” jelas Suhaely.
*Motif Asmara Masih Didalami*
Saat ini HA masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Bima Kota. Penyidik masih mendalami rangkaian kejadian serta meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk memastikan motif dan kronologi secara utuh.
Berdasarkan hasil awal olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi, polisi menduga perkara tersebut berkaitan dengan persoalan asmara.
“Motifnya masih didalami. Namun dugaan awal berkaitan dengan persoalan asmara,” tandas Ipda Suhaely.
Polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan motif sebenarnya di balik peristiwa pembacokan yang menewaskan HK tersebut serta menentukan proses hukum terhadap HA sesuai hasil penyidikan.***












