Sektor Pertanian Dinilai Kunci Kemandirian dan Ketahanan Nasional
Edisi Keduapuluh Enam
Jakarta, 13 April 2026 – Forum Komunikasi Bela Negara menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis dalam memperkuat kemandirian bangsa sekaligus menjadi bagian nyata dari aksi bela negara. Hal ini disampaikan dalam edisi ke-26 “Fokus Bela Negara” yang mengangkat tema penguatan sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan nasional.
Indonesia sebagai negara kepulauan yang berada di wilayah khatulistiwa dinilai memiliki potensi luar biasa di bidang pertanian. Didukung iklim tropis, curah hujan tinggi, serta tanah yang subur akibat aktivitas vulkanik, Indonesia kaya akan sumber daya alam, mulai dari tanaman pangan, hortikultura, hingga komoditas perkebunan dan perikanan.
Namun demikian, potensi besar tersebut dinilai belum sepenuhnya dikelola secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Potensi Besar, Tantangan Pengelolaan
Forum tersebut menyoroti bahwa pertanian tropis Indonesia memiliki keunggulan komparatif melalui keberagaman komoditas, seperti padi, jagung, kedelai, buah-buahan, hingga tanaman perkebunan seperti kopi, kakao, karet, dan kelapa sawit.
Pengembangan sektor ini dinilai harus dilakukan melalui pendekatan modern berbasis agribisnis, agroindustri, dan agrowisata. Selain itu, strategi intensifikasi, ekstensifikasi, dan diversifikasi pangan menjadi kunci untuk memastikan ketersediaan pangan nasional.
“Kemandirian pangan bukan hal yang mustahil jika potensi yang ada dikelola secara serius dan berkelanjutan,” demikian salah satu poin dalam kajian tersebut.
Diversifikasi konsumsi juga dinilai penting, terutama untuk mengurangi ketergantungan pada beras dan meningkatkan konsumsi pangan lokal nonberas yang bergizi.
Pemberdayaan Petani Jadi Prioritas
Dalam kajian tersebut, petani disebut masih menjadi kelompok yang relatif lemah, terutama dari sisi kapasitas, teknologi, dan akses pasar. Oleh karena itu, upaya pemberdayaan melalui pendidikan, pelatihan, serta pendampingan dinilai harus diperkuat.
Penguatan kelembagaan seperti kelompok tani dan gabungan kelompok tani (gapoktan) juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing petani, termasuk melalui pengembangan koperasi modern berbasis teknologi.
Selain itu, sinergi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, media, dan petani melalui pendekatan pentahelix dinilai mampu mendorong transformasi sektor pertanian menjadi lebih produktif dan berdaya saing tinggi.
Regenerasi Petani dan Modernisasi
Salah satu tantangan besar yang dihadapi sektor pertanian adalah rendahnya minat generasi muda untuk terjun ke bidang ini. Oleh sebab itu, modernisasi pertanian melalui mekanisasi dan penerapan teknologi dinilai menjadi langkah strategis untuk menarik minat kaum muda.
Kebijakan pemerintah yang berpihak pada sektor pertanian, termasuk dukungan riset dan pengembangan, juga dinilai harus terus diperkuat agar sektor ini mampu menjadi tulang punggung ekonomi pedesaan.
Ketahanan Pangan Jadi Isu Strategis
Forum menilai ketahanan pangan nasional menjadi isu krusial seiring meningkatnya jumlah penduduk dan perubahan pola konsumsi masyarakat. Pemenuhan pangan yang aman, bergizi, dan terjangkau menjadi prioritas dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kualitas sumber daya manusia.
Di sisi lain, meningkatnya konsumsi makanan olahan dan instan yang mengandung bahan kimia berbahaya juga menjadi perhatian serius karena berdampak pada kesehatan masyarakat, termasuk risiko stunting dan penurunan daya tahan tubuh.
Ketergantungan terhadap impor pangan seperti gandum, kedelai, dan daging juga dinilai perlu dikurangi secara bertahap melalui penguatan produksi dalam negeri.
Pertanian sebagai Aksi Bela Negara
Forum Komunikasi Bela Negara menegaskan bahwa seluruh aktivitas pertanian, mulai dari produksi hingga konsumsi produk lokal, merupakan bagian dari aksi bela negara.
“Produksi pangan dalam negeri dan keberpihakan konsumen terhadap produk lokal adalah bentuk nyata bela negara,” demikian ditegaskan dalam pernyataan tersebut.
Penguatan koperasi tani modern juga dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan kesejahteraan petani, dengan tetap belajar dari pengalaman masa lalu, termasuk kegagalan model Koperasi Unit Desa (KUD) pada era sebelumnya.
Dorongan Evaluasi Program Pemerintah
Forum juga mengimbau pemerintah untuk memperhatikan secara serius berbagai program strategis di sektor pertanian dan pangan, seperti Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan program Makan Bergizi Gratis (MBG), agar implementasinya tidak menimbulkan dampak kontraproduktif.
Selain itu, kampanye pola makan bergizi berbasis pangan lokal juga dinilai perlu terus digencarkan, termasuk upaya mengurangi sampah makanan yang masih tinggi di Indonesia.
Forum mencatat bahwa lebih dari 40 persen sampah di Indonesia merupakan sampah makanan, yang tidak hanya merugikan secara ekonomi tetapi juga berkontribusi terhadap krisis iklim.
Penutup
Melalui penguatan sektor pertanian yang terintegrasi dan berkelanjutan, Forum Komunikasi Bela Negara optimistis Indonesia mampu mewujudkan kemandirian pangan sekaligus memperkokoh ketahanan nasional.












