FGD Pascabencana Aceh Bahas Percepatan Pemulihan Pertanian, Irigasi dan DAS

FGD Pascabencana Aceh Bahas Percepatan Pemulihan Pertanian, Irigasi dan DAS

BANDA ACEH, Barometer99.com — Upaya mempercepat pemulihan pascabencana alam di Provinsi Aceh terus dilakukan secara lintas sektor. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam Provinsi Aceh, khususnya pada sektor pertanian, sistem pengairan, dan daerah aliran sungai (DAS).

FGD tersebut digelar di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Jumat (7/8/2026), dan dipimpin oleh Kaposko Wilayah. Forum ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas langkah konkret percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana.

Kegiatan dihadiri seluruh kepala daerah di Aceh yang wilayahnya terdampak bencana, serta sejumlah kementerian dan lembaga terkait.

Dari Kementerian Pekerjaan Umum, hadir Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera I serta perwakilan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. Sementara dari Kementerian Pertanian, turut hadir Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Aceh, Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, serta perwakilan Direktorat Perkebunan dan Direktorat Lahan dan Irigasi Pertanian.

Selain itu, forum juga melibatkan Kodam Iskandar Muda, Pemerintah Provinsi Aceh melalui Dinas Pengairan serta Dinas Pertanian dan Perkebunan, jajaran akademisi dari Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Universitas Samudera, dan Universitas Malikussaleh, serta Posko Nasional Satgas PRR.

Perkuat Sinergi Pemulihan Pascabencana

Keterlibatan lintas kementerian, pemerintah daerah, TNI, perguruan tinggi, dan Posko Nasional tersebut menjadi bagian penting dalam menyatukan langkah pemulihan Aceh pascabencana.

Pembahasan sektor pertanian menjadi salah satu perhatian utama mengingat bencana dapat berdampak terhadap lahan pertanian, perkebunan, infrastruktur pengairan, serta aktivitas ekonomi masyarakat.

Di sisi lain, pemulihan sistem pengairan dan daerah aliran sungai juga menjadi aspek strategis untuk mendukung keberlanjutan pembangunan sekaligus mengurangi risiko dampak bencana di kemudian hari.

Baca Juga :  Polisi Intensifkan Patroli Siang, Antisipasi Gangguan Keamanan di Wilayah Mandor

Melalui FGD tersebut, pemerintah diharapkan dapat menyusun langkah rehabilitasi dan rekonstruksi yang lebih terintegrasi, berbasis kebutuhan daerah, serta melibatkan dukungan teknis dari kementerian dan lembaga terkait.

Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, TNI, akademisi, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar proses pemulihan tidak hanya berorientasi pada pembangunan kembali infrastruktur, tetapi juga mampu menghidupkan kembali sektor pertanian dan perekonomian masyarakat terdampak.

Semangat percepatan pemulihan tersebut turut mendapat apresiasi melalui dukungan kepada Drs. Safrizal ZA, M.Si., yang dinilai terus mendorong koordinasi dan sinergi dalam penanganan rehabilitasi serta rekonstruksi pascabencana di Aceh.

“Bravo Bapak Drs. Safrizal ZA, M.Si.” 🇮🇩

Langkah kolaboratif ini diharapkan mempercepat pemulihan Aceh sekaligus membangun sistem pertanian, pengairan, dan pengelolaan DAS yang lebih kuat dan tangguh menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *