Umum  

Dari Bima ke Panggung Dunia: Akhi Dirman Rilis Buku Puisi Internasional “A Slice of Morning in a Nameless Land”

Akhi Dirman Rilis Buku Puisi Internasional “A Slice of Morning in a Nameless Land”

Bima, Barometer99.com- Penulis dan sastrawan Indonesia asal Bima, Akhi Dirman al Amin, kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah literasi global.

Setelah karya-karyanya malang melintang di berbagai perpustakaan dunia, kini ia meluncurkan buku kumpulan puisi terbarunya bertajuk “A Slice of Morning in a Nameless Land” yang dipasarkan secara internasional.

Karya terbaru ini mendapatkan apresiasi tinggi di kalangan penikmat sastra. Tidak tanggung-tanggung, buku puisi tersebut mendapatkan ulasan dan endorsement langsung dari tokoh sastra nasional terkemuka, Taufiq Ismail.

Kehadiran buku ini semakin mengukuhkan posisi Akhi Dirman sebagai penulis yang piawai merangkai diksi melintasi batas-batas bahasa dan negara.

Jejak Global Lewat Novel
Rekam jejak internasional Akhi Dirman di dunia literasi bukanlah hal yang baru. Sebelumnya, novel garapannya yang berjudul “Sebab Cinta Tak Harus Berkata” sukses menarik perhatian dunia akademik dan literasi. Novel tersebut kini tercatat menjadi koleksi di berbagai perpustakaan negara-negara maju, menurut WorldCat (situs perpustakaan dunia) termasuk di Singapura, Belanda, Australia, Amerika Serikat, Kanada dan sejumlah negara lainnya. Novel ini juga telkah lebih dari 100 mahasiswa menggunakannya sebagai bahan penelitian untuk tesis maupun skripsi.

Selain “Sebab Cinta Tak Harus Berkata” beberapa bukunya yang lain juga dikoleksi perpustakaan manca Negara, saaalah satunya buku “Negeri Air Mata” yaaitu sebuah kumpulan cerpen tentang konflik-konflik di tanah air. Juga buku “Pohon Keberuntungan”
Berkat kedalaman kisah dalam novel “Sebab Cinta Tak Harus Berkata” pula, Akhi Dirman didaulat untuk mewakili Indonesia dalam ajang sastra bergengsi tingkat Asia Tenggara, yakni South East Asia Literary Council (Mastera) Novel dan juga seminar sastra melayu antar Negara-negara Asia Tenggara.

Baca Juga :  Tokoh Pemuda dan Gereja di Nabire Imbau Warga Tidak Terlibat Aksi Demo

Melestarikan Budaya Lewat Sastra Anak Di tengah kesuksesannya menembus pasar global, sastrawan yang pada tahun 2020 lalu terpilih mengikuti Musyawarah Nasional (Munas) Sastrawan Indonesia III ini tetap membumi dan tidak melupakan akar budayanya.

Akhi Dirman juga dikenal luas sebagai penulis buku cerita anak-anak yang telah memenangkan berbagai ajang perlombaan. Ia secara konsisten menyelipkan nilai-nilai lokalitas dan edukasi melalui karya dwibahasa, yakni ditulis dalam bahasa Bima dan bahasa Indonesia.

Beberapa buku anak populer yang lahir dari tangan dinginnya antara lain “Kangkung Tumis si Adam”, “Adzkia Tidak Bisa Menari”, dan “Rimpu Hulwa”.

Melalui peluncuran “A Slice of Morning in a Nameless Land”, Akhi Dirman al Amin terus membuktikan bahwa penulis dari tanah air, yang berakar kuat pada tradisi dan bahasa daerah, memiliki kualitas yang mampu bersaing dan dinikmati oleh pembaca di seluruh penjuru dunia. (***).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *