Terhubung ke 196 Negara, Kapolri Suyudi Luncurkan I-GHAS 24/7, Perketat Perburuan Buronan Internasional
JAKARTA, Barometer99.com — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memperkuat pengawasan keamanan di seluruh pintu perlintasan Indonesia melalui pemanfaatan teknologi yang terhubung dengan jaringan kepolisian internasional. Langkah tersebut ditandai dengan peluncuran aplikasi Interpol Global Hit Alert System (I-GHAS 24/7) oleh Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Peluncuran aplikasi ini menjadi bagian dari upaya mempersempit ruang gerak buronan internasional sekaligus mengantisipasi masuk dan keluarnya pelaku kejahatan lintas negara melalui jalur perbatasan Indonesia.
Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Polri dengan Direktorat Jenderal Imigrasi. Turut hadir dalam peluncuran itu Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadivhubinter) Polri Irjen Pol. Untung Widyamoko dan Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko.
Melalui I-GHAS 24/7, petugas Imigrasi di berbagai pintu perlintasan dapat terhubung dengan Divhubinter Polri untuk mempercepat pertukaran informasi serta melakukan verifikasi terhadap individu yang terindikasi masuk dalam daftar buronan internasional.
Sistem tersebut memanfaatkan jaringan INTERPOL yang menjangkau 196 negara anggota. Dengan dukungan integrasi informasi tersebut, proses pencocokan data dan koordinasi penanganan dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan akurat.
Kehadiran teknologi ini menjadi penting mengingat kejahatan transnasional semakin kompleks dan tidak lagi terbatas pada wilayah yurisdiksi satu negara. Pelaku tindak pidana dapat memanfaatkan mobilitas lintas negara untuk menghindari proses hukum, termasuk dalam perkara perdagangan orang, penyelundupan narkotika, dan berbagai kejahatan internasional lainnya.
Kapolri Suyudi menegaskan bahwa penguatan teknologi merupakan kebutuhan penting dalam menghadapi perkembangan ancaman kejahatan lintas negara.
Menurutnya, kolaborasi Polri dan Imigrasi melalui I-GHAS 24/7 diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengawasan terhadap buronan internasional maupun pelaku kejahatan yang berupaya memanfaatkan jalur perlintasan Indonesia.
Suyudi juga menekankan pentingnya kecepatan identifikasi dan ketepatan penanganan melalui pemanfaatan teknologi yang terintegrasi.
Sementara itu, Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko menyambut positif peluncuran sistem tersebut. Ia menilai integrasi komunikasi dan pertukaran informasi antara Imigrasi dan Polri merupakan kebutuhan penting dalam memperkuat pengawasan di wilayah perbatasan.
Ke depan, pengembangan I-GHAS 24/7 direncanakan memasuki tahap lanjutan dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) serta integrasi data biometrik pada 2027.
Pengembangan tersebut diharapkan semakin meningkatkan kemampuan identifikasi individu sekaligus memperkuat sistem pengawasan lalu lintas orang di pintu masuk dan keluar wilayah Indonesia.
Melalui langkah ini, Polri bersama Imigrasi berupaya membangun sistem pengamanan perbatasan yang semakin terintegrasi dengan jaringan internasional. Upaya tersebut sekaligus memperkuat perlindungan masyarakat dan menjaga kedaulatan negara dari ancaman kejahatan lintas negara.












