Dudung Titip Pesan ke Listyo Sigit: Pemimpin Harus Berani Ambil Keputusan

Dudung Titip Pesan ke Listyo Sigit: Pemimpin Harus Berani Ambil Keputusan

JAKARTA, Barometer99.com, (6/10/2026) — Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman menitipkan pesan khusus kepada Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang kini mengemban tugas sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

Pesan itu disampaikan Dudung saat prosesi serah terima jabatan Kepala KSP di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Dudung menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan KSP kepada Listyo Sigit yang ditunjuk Presiden Prabowo Subianto untuk menggantikannya.

Dudung menekankan bahwa keberanian mengambil keputusan merupakan salah satu karakter penting yang harus dimiliki seorang pemimpin. Terlebih, KSP berhadapan dengan berbagai persoalan lintas kementerian dan lembaga yang membutuhkan koordinasi serta penyelesaian cepat.

“Jadi memang, Pak Sigit. Ciri pemimpin itu satu, Pak. Berani ngambil keputusan,” ujar Dudung di hadapan Listyo Sigit dan para tamu undangan.

Menurut Dudung, seorang pemimpin tetap harus berani mengambil keputusan meskipun terdapat kemungkinan keputusan tersebut tidak sepenuhnya tepat.

“Kalau keputusan itu benar, berarti bagus. Kalau salah, masih bagus, daripada tidak berani mengambil keputusan,” tegasnya.

Pengalaman Dudung Selama Memimpin KSP

Pesan tersebut disampaikan Dudung berdasarkan pengalamannya selama sekitar enam bulan memimpin KSP. Ia dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan pada 28 April 2026.

Selama memimpin KSP, Dudung menaruh perhatian pada persoalan birokrasi yang dapat menghambat pelaksanaan program prioritas pemerintah, khususnya ketika penyelesaian suatu persoalan membutuhkan koordinasi sejumlah kementerian dan lembaga.

Dudung kemudian mencontohkan pengalamannya ketika menghadapi proses panjang terkait perizinan eksplorasi sumur gas.

Menurut dia, proses birokrasi yang berlarut-larut dapat menghambat pemanfaatan potensi sumber daya yang dimiliki negara.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Tuliskan Pesan Khusus Tentang Integritas dan Keberanian Penegak Hukum

“Saya langsung panggil, udah ini diakhiri, putuskan, kita tanda tangan, kita buat kesepakatan. Kalau membuat aturan itu lama, lama. Ini pun sudah terhambat lama,” jelas Dudung.

Bagi Dudung, persoalan semacam itu membutuhkan kepemimpinan yang mampu mengambil keputusan dan memastikan keputusan tersebut segera dieksekusi.

KSP Berperan Kawal Program Prioritas Presiden

Pesan Dudung kepada Listyo Sigit tidak terlepas dari posisi strategis KSP dalam pemerintahan.

KSP memiliki tugas membantu Presiden dan Wakil Presiden dalam pengendalian program-program prioritas nasional, komunikasi politik kepresidenan, serta pengelolaan isu strategis.

Lembaga tersebut juga berperan dalam melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap program prioritas serta membantu menyelesaikan persoalan yang mengalami hambatan dalam pelaksanaannya.

Karena itu, Dudung meminta Listyo Sigit memastikan berbagai program prioritas Presiden Prabowo dapat berjalan tanpa terhambat persoalan koordinasi antar-kementerian maupun lembaga.

Program pemerintah yang belum menemukan titik penyelesaian pada level kementerian, menurut Dudung, dapat menjadi bagian dari persoalan yang perlu dikawal KSP.

Pendekatan tersebut sebelumnya juga menjadi perhatian Dudung selama memimpin KSP. Pada Juni 2026, ia menyampaikan pentingnya penguatan koordinasi dan sinergi kelembagaan untuk mempercepat program prioritas nasional sekaligus menyelesaikan hambatan implementasi di lapangan.

Dudung ke Menko Polkam, Listyo Sigit ke KSP

Pergantian kepemimpinan KSP merupakan bagian dari perubahan sejumlah jabatan strategis yang dilakukan Presiden Prabowo pada 1 Oktober 2026.

Pada tanggal tersebut, Dudung Abdurachman dilantik sebagai Menko Polkam. Sementara Listyo Sigit yang sebelumnya menjabat Kapolri beralih mengemban tugas sebagai Kepala Staf Kepresidenan.

Posisi Kapolri kemudian dipercayakan kepada Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).

Dengan demikian, sertijab Kepala KSP pada Senin (5/10/2026) menjadi momentum pergantian estafet kepemimpinan sekaligus penegasan arah kerja lembaga tersebut.

Baca Juga :  Wapres Gibran Pastikan Layanan Kesehatan Pengungsi Banjir Bandang Solok Terpenuhi

Dudung kini mengemban mandat di bidang politik dan keamanan sebagai Menko Polkam, sementara Listyo Sigit mendapat tugas baru membantu Presiden mengawal program prioritas, menangani isu strategis, serta mendorong penyelesaian berbagai hambatan dalam pelaksanaan kebijakan pemerintah.

Pesan Dudung pun menjadi bekal bagi Listyo Sigit dalam menjalankan tugas barunya: ketika program terhambat, seorang pemimpin dituntut berani mengambil keputusan dan memastikan keputusan tersebut dapat dilaksanakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *