PT WIN Berhenti Beroperasi, Ekonomi Warga Lingkar Tambang Terpuruk: Pengangguran Meluas, Kebutuhan Harian Mencekik
KONAWE SELATAN, Barometer99.com — Berhentinya aktivitas PT WIN mulai meninggalkan tekanan serius bagi kehidupan ekonomi masyarakat di desa-desa lingkar tambang. Lapangan pekerjaan menyusut, usaha warga sepi, sementara kebutuhan sehari-hari, cicilan hingga biaya sekolah anak tetap harus dipenuhi.
Kondisi tersebut dirasakan warga Desa Torobulu, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan. Salah seorang warga, Tamsir, warga Dusun 1 Desa Torobulu, mengatakan kehidupan ekonomi keluarganya kini berada dalam kondisi sulit sejak aktivitas perusahaan berhenti.
“Sangat sulit, serba susah. Pekerjaan sangat sulit didapatkan di kampung. Kebutuhan sehari-hari kami pusing untuk memenuhinya,” ujar Tamsir saat diwawancarai pada 14 September 2026.
Menurutnya, sebelum PT WIN berhenti beroperasi, perusahaan tersebut menjadi salah satu tumpuan utama kehidupan ekonomi keluarganya. Namun setelah aktivitas perusahaan terhenti, ia mengaku tidak lagi memiliki penghasilan tetap.
“Tidak ada penghasilan tetap karena hanya PT WIN yang menjadi sumber mata pencaharian saya sekeluarga,” katanya.
Dampaknya juga dirasakan pelaku usaha kecil di sekitar wilayah lingkar tambang. Warung, kios hingga bengkel disebut mengalami penurunan aktivitas secara drastis karena pelanggan berkurang.
Tamsir menyebut, kondisi tersebut tidak hanya dirasakan keluarganya. Menurut dia, banyak masyarakat di desa-desa lingkar tambang kini kehilangan mata pencaharian dan terpaksa menghadapi ketidakpastian ekonomi.
“Sangat banyak desa-desa lingkar tambang sekarang rata-rata jadi pengangguran. Keluarga kehilangan mata pencaharian setelah PT WIN berhenti,” ungkapnya.
Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah agar aktivitas PT WIN dapat kembali berjalan sehingga roda perekonomian masyarakat lingkar tambang bisa pulih.
Selain menjadi sumber penghasilan, Tamsir juga menyebut PT WIN sebelumnya telah memberikan berbagai bantuan kepada masyarakat, di antaranya sumur bor, renovasi masjid, pembangunan WC sekolah, serta perbaikan jalan lorong, dan sejumlah bantuan lainnya.
Tamsir mengaku, apabila aktivitas perusahaan belum kembali berjalan, dirinya terpaksa mempertimbangkan untuk keluar kampung mencari pekerjaan demi memenuhi kebutuhan keluarga.
“Terpaksa saya harus keluar kampung untuk mencari nafkah karena di kampung sendiri sudah tidak ada mata pencaharian,” ujarnya.
Ia pun meminta pemerintah tidak menutup mata terhadap kondisi masyarakat yang terdampak. Menurutnya, diperlukan langkah nyata agar tekanan ekonomi warga lingkar tambang tidak semakin berat.
“Harapan saya, PT WIN bisa cepat beroperasi lagi dan memulihkan ekonomi kami, warga lingkar tambang, seperti sedia kala,” pungkasnya.












