Bamsoet Segera Terbitkan Buku ke-38, “Politik Hukum Konstitusi”
JAKARTA, Barometer99.com — Bambang Soesatyo segera menerbitkan buku terbarunya berjudul Politik Hukum Konstitusi: Menjembatani Teori Akademis dan Realitas Parlemen. Buku tersebut menjadi karya ke-38 yang ditulisnya sekaligus buku ajar ketiga setelah sebelumnya menerbitkan Politik Hukum dan Kebijakan Publik serta Pembaruan Hukum pada 2024.
Bagi Bambang, buku ini tidak sekadar menjadi buku ajar bagi kalangan akademisi. Ia ingin menghadirkan pembahasan mengenai konstitusi yang tidak hanya berhenti pada teks dan teori hukum, tetapi juga melihat bagaimana konstitusi bekerja dalam realitas kehidupan bernegara.
Menurutnya, konstitusi merupakan ruang pertemuan antara hukum, politik, kekuasaan, kelembagaan negara, kepentingan masyarakat, hingga proses legislasi. Karena itu, teori akademis dan pengalaman nyata di parlemen menjadi dua sisi yang coba dipertemukan dalam buku tersebut.
Apa yang secara normatif dianggap ideal dalam teori hukum dan konstitusi, kata Bambang, dalam praktiknya kerap berhadapan dengan dinamika politik, kepentingan kelembagaan, proses legislasi, serta tuntutan masyarakat. Kondisi tersebut menjadi bagian dari dialektika yang penting untuk dipahami.
Bambang menggambarkan pendekatan dalam bukunya dengan konsep melihat konstitusi menggunakan “dua mata”. Satu mata membaca doktrin dan teori, sementara mata lainnya melihat realitas politik serta praktik ketatanegaraan.
Buku Politik Hukum Konstitusi diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa dan dosen hukum, tetapi juga dapat menjadi referensi bagi praktisi hukum, anggota parlemen, penyelenggara negara, politisi, maupun masyarakat yang ingin memahami bagaimana konstitusi bekerja dalam kehidupan bernegara.
“Sebab pada akhirnya, konstitusi bukan sekadar kumpulan pasal. Konstitusi adalah fondasi kehidupan bernegara yang harus terus dijaga, dipahami, dan dihidupkan dalam praktik demokrasi,” ujar Bambang dalam keterangannya.
Dengan diterbitkannya buku ke-38 tersebut, Bambang berharap karya itu dapat menjadi bagian dari ikhtiarnya dalam menyumbangkan pemikiran bagi penguatan hukum, demokrasi, parlemen, serta kehidupan konstitusional Indonesia.
Buku Politik Hukum Konstitusi mengusung subjudul Catatan Dialektika antara Doktrin Ruang Kuliah dan Dinamika Legislasi Senayan dan dijadwalkan segera terbit.












