Polda Sumsel Perkuat Wawasan Kebangsaan Mahasiswa, Tangkal Intoleransi dan Radikalisme

Polda Sumsel Perkuat Wawasan Kebangsaan Mahasiswa

PALEMBANG, Barometer99.com — Polda Sumatera Selatan memperkuat langkah preventif menjaga persatuan dan stabilitas keamanan melalui edukasi wawasan kebangsaan kepada mahasiswa Universitas Raden Fatah Palembang. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun daya tangkal generasi muda terhadap intoleransi, radikalisme, dan terorisme.

Seminar Wawasan Kebangsaan digelar di Academic Center Building Universitas Raden Fatah Palembang, Rabu (26/8/2026), dengan mengangkat peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam menjaga keutuhan dan persatuan bangsa. Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi Polri dan civitas akademika dalam membangun lingkungan pendidikan yang toleran, kritis, dan berwawasan kebangsaan.

Kegiatan dipimpin Dirbinmas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Hari Purnomo, S.I.K., S.H., M.H., M.Han., dengan menghadirkan narasumber lintas sektoral, yakni PLH Kasatgaswil Densus 88 AT Kombes Pol Iga Dwi Perbawa Nugraha, Wakil Rektor III Universitas Raden Fatah Dr. Syahril Jamil, perwakilan FKUB Provinsi Sumsel Dr. H. Baharuddin Ali, serta Ketua Yayasan Pelita Bersatu Indonesia Ustaz Abdurrahman Taif.

Ratusan mahasiswa baru tahun ajaran 2026 mengikuti kegiatan tersebut dan mendapatkan pemahaman mengenai wawasan kebangsaan serta potensi ancaman intoleransi, radikalisme, dan terorisme. Forum ini juga menjadi ruang dialog agar mahasiswa mampu mengenali narasi provokatif dan memahami pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Kombes Pol Hari Purnomo, S.I.K., S.H., M.H., M.Han., menegaskan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis dalam membangun lingkungan sosial yang sehat sekaligus menjadi bagian dari kekuatan masyarakat dalam menjaga persatuan bangsa.

“Mahasiswa memiliki tanggung jawab moral sebagai agen perubahan. Karena itu, mahasiswa harus kritis, mampu memilah informasi, serta waspada terhadap narasi provokatif yang dapat memecah belah persatuan dan merusak kebhinekaan,” tegas Kombes Pol Hari Purnomo, S.I.K., S.H., M.H., M.Han.

Baca Juga :  Semarak HUT ke-81 RI, Polres Lahat Bersama Masyarakat Perkuat Persatuan dan Kamtibmas

Menurutnya, pencegahan paham intoleran dan radikal membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, termasuk institusi pendidikan, tokoh agama, organisasi masyarakat, serta aparat keamanan. Pendekatan edukatif dan dialogis dinilai penting untuk membangun kesadaran sejak dini tanpa mengabaikan prinsip kebebasan akademik dan keberagaman.

Kolaborasi Polri dengan civitas akademika tersebut menjadi bagian dari penguatan ketahanan sosial masyarakat. Lingkungan kampus yang memiliki daya tangkal terhadap intoleransi dan radikalisme diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang mampu berkontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa edukasi wawasan kebangsaan merupakan bagian penting dari strategi pencegahan dalam menjaga stabilitas kamtibmas.

“Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat. Penguatan wawasan kebangsaan kepada generasi muda merupakan investasi sosial untuk menjaga persatuan, membangun toleransi, dan memperkuat daya tangkal masyarakat terhadap berbagai paham yang dapat mengganggu keutuhan bangsa,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Polda Sumsel akan terus memperkuat pendekatan preventif melalui edukasi, komunikasi publik, dan sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan. Langkah tersebut diarahkan untuk memastikan generasi muda memiliki kemampuan berpikir kritis, memahami keberagaman, serta mampu berperan sebagai bagian dari solusi dalam menjaga keamanan dan persatuan.

Melalui sinergi Polri dan civitas akademika, Polda Sumsel menegaskan bahwa menjaga keutuhan bangsa bukan hanya tugas aparat keamanan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Penguatan wawasan kebangsaan sejak lingkungan pendidikan menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan Sumatera Selatan yang aman, damai, toleran, dan kondusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *